Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Sohibul Iman: Telibat Korupsi, Kader PKS Siap-siap Dipecat

19 Agustus 2019, 17: 31: 52 WIB | editor : Wijayanto

Presiden DPP PKS Moh Sohibul Iman

Presiden DPP PKS Moh Sohibul Iman (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan sanksi tegas kepada kadernya di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI jika terbukti terlibat korupsi. Yakni mundur sebagai anggota dewan atau dipecat.

“Kalau ada anggota dewan dari PKS yang terlibat korupsi dan sudah ditetapkan menjadi tersangka, pilihannya hanya dua. Mundur secara sukarela atau kita mundurkan jika menolak mengundurkan diri,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman saat pembekalan calon anggota terpilih DPRD kabupaten/kota PKS se-Jatim di Surabaya.

Sohibul menambahkan, pada kasus-kasus lalu yang dialami kader PKS, DPP memberikan sanksi yang sama. Namun, dalam konteks KPK sekarang ini, ada yurisprudensi yang diberikan kepada tersangka. Yakni, tersangka bisa melakukan praperadilan. Dalam beberapa kasus, ada tersangka yang menang di praperadilan, akhirnya menjadi tidak tersangka.

“Karena itu, PKS akan memberikan hak praperadilan kepada kader, kalau itu adalah tersangka yang ditetapkan oleh KPK. Namun, kalau kemudian praperadilan tidak diambil atau mengambil praperadilan tapi tetap kalah, berarti status tersangkanya dilanjutkan. Maka, sanksi dua pilihan itulah akan segera kami lakukan,” tegasnya.

Sohibul menambahkan, DPP sudah memberikan pembekalan kepada seluruh kadernya yang duduk di legislative untuk mencegah kader PKS terlibat korupsi. Di pusat, pembekalan mengundang KPK agar para kader ini punya pemahaman yang jelas tentang hal-hal yang melanggar. “Apakah kasus gratifikasi, suap, dan korupsi, mereka diberikan wawasan tentang hal tersebut,” katanya

Selain itu, PKS juga memberikan pembekalan wawasan tentang kebangsaan. Pembekalan kebangsaan ini melibatkan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya. “Pembekalan ini roh perjuangan PKS yang harus dijaga. Pembekalan ini program umum di semua partai. Secara spesifik tidak ada yang istimewa, tapi ini merupakan starting point, terutama bagi anggota dewan yang baru,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia