Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Korupsi Jasmas di DPRD Surabaya, Tiga Anggota Dewan Dibidik Tersangka

19 Agustus 2019, 17: 18: 59 WIB | editor : Wijayanto

MENYUSUL: Tiga legislator DPRD Surabaya yang dibidik tersangka kasus jasmas dari kiri; Dini Rijanti, Syaiful Aidi dan Ratih Retnowati.

MENYUSUL: Tiga legislator DPRD Surabaya yang dibidik tersangka kasus jasmas dari kiri; Dini Rijanti, Syaiful Aidi dan Ratih Retnowati. (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

SURABAYA – Kejaksaan Negeri Tanjung Perak memberi peringatan (warning) kepada tiga anggota DPRD Kota Surabaya, Sabtu (17/8). Ketiganya adalah Ratih Retnowati, Dini Rijanti, dan Syaiful Aidi.

Peringatan itu lantaran ketiganya dua kali mangkir dalam panggilan penyidik. Mereka disebut-sebut terlibat dalam dugaan korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016.

Kepala Kejari Tanjung Perak Rachmat Supriady mengatakan, Ratih, Dini, dan Syaiful masih berstatus saksi. Hanya saja, ketiganya mangkir untuk kesekian kalinya dari panggilan penyidik.

Namun, Rachmat memastikan, pihaknya bisa menetapkan ketiganya sebagai tersangka meski hadir atau tidaknya mereka dalam pemeriksaan.

“Kami masih menunggu. Pekan ketiganya akan kami panggil kembali,” ungkap Rachmat kemarin (17/8). 

Rachmat menegaskan, jika mereka mangkir lagi, pihaknya bisa menetapkan mereka sebagai tersangka. Selanjutnya, apabila masih tidak ada iktikad baik, penyidik akan mencekal sampai melakukan penangkapan.

"Jika mereka tidak kooperatif, upaya paksa akan kami lakukan. Otomatis kalau sudah kami tingkatkan statusnya bisa kami lakukan penangkapan," ujar Rachmat.

Meski demikian, menurut Rachmat, tahapan-tahapan penyidikan hingga penetapan tersangka tetap harus berdasarkan fakta dan bukti. Kalau memang mereka terbukti ikut menikmati uang korupsi itu tentu pihaknya tak akan ragu untuk menjebloskan mereka ke tahanan.

“Sebaliknya, jika tak terbukti, mereka bisa bebas. Namun, yang jelas, status mereka hingga saat ini masih saksi,” ujarnya.

Menurut Rachmat, ketidakhadiran tiga saksi tersebut berimbas pada proses penyidikan dua anggota DPRD Surabaya lain yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Sugito dan Aden Darmawan.

“Proses penyidikan keduanya belum rampung kerena kendala itu. Kami akan rampungkan dulu sebelum pemberkasan kami kirim ke Jakarta,” katanya.

Selain itu, penyidik juga akan mendatangkan saksi ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung ulang kerugian negara dari kasus ini. Rachmat menargetkan, penyidikan kasus ini akan rampung sebelum pelantikan anggota baru DPRD Surabaya pada 24 Agustus mendatang.

"Itu momen bagus sebagai pembelajaran kepada anggota dewan yang akan dilantik untuk tidak berkhianat dengan sumpahnya,” pungkasnya. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia