Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jenguk Aiptu Agus di RS Bhayangkara, Khofifah Minta Perbanyak CCTV

19 Agustus 2019, 15: 47: 48 WIB | editor : Wijayanto

BERI SEMANGAT: Gubernur Khofifah saat menjenguk Aiptu Agus Sumarsono di RS Bhayangkara didampingi istrinya Chairiyah dan tim dokter.

BERI SEMANGAT: Gubernur Khofifah saat menjenguk Aiptu Agus Sumarsono di RS Bhayangkara didampingi istrinya Chairiyah dan tim dokter. (NET/JAWAPOS ON IG)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyempatkan menjenguk Aiptu Agus Sumarsono di RS Bhayangkara, Minggu malam (18/8). Dalam kondisi diperban kedua lengan dan kepalanya karena luka akibat bacokan sajam pelaku IM, anggota sabhara Polsek Wonokromo itu hanya bisa menjawab pertanyaan gubernur dengan gerakan isyarat.

“Bagaimana kondisinya bapak?” tanya Khofifah. Pertanyaan itu hanya dijawab Aiptu Agus dengan mengangkat kedua lengannya yang diperban warna coklat secara bergantian, seakan ingin menunjukkan kondisinya saat ini.

Tak sepatah katapun keluar dari mulut anggota polisi berkumis tebal itu. Beberapa kali diajak dialog, ia hanya menjawab dengan mengangguk atau menggelengkan kepalanya. Tim dokter dari RS Bhayangkara yang kemudian lebih banyak menerangkan kondisi korban kepada orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Dalam kesempatan itu, Khofifah yang didampingi Sekdaprov Heru Tjahjono juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sehingga ketentraman Jawa Timur tetap terjaga.

Secara khusus, Khofifah meminta seluruh instansi di kabupaten dan kota di Jatim untuk memperbanyak Closed Circuid Television (CCTV) di tempat-tempat publik.

"CCTV harus semakin banyak di tempat publik, tidak hanya di kota-kota, saya rasa dibanyak tempat pasar, tempat pertemuan. Seyogyanya kabupaten kota bisa memperbanyak CCTV supaya monitoring secara teknologi bisa kita lakukan," ujar Khofifah.

Dia menjelaskan, dengan adanya CCTV tentu dapat melihat jejak yang terjadi dan melihat informasi awal kemungkinan untuk dilanjutkan proses penyelidikan.

Selain itu, lanjut Khofifah, media sosial (medsos) juga harus menjadi bagian yang ikut mengajak hidup konstruktif dan produktif.

"Media mainstream hari ini ya sosmed itu. Hari ini sangat mudah mengakses, mengupload, memviralkan tanpa disaring. Makanya saring sebelum sharing itu menjadi penting," tegasnya.

"Hal-hal yang bisa mengindikasikan kemungkinan terjadinya ancaman, kemungkinan terjadinya ketidak tenangan, ketidaktentramaan masyarakat harus menjadi kewaspadaan bersama," tambahnya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia