Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Inilah Motif Pelaku IM Menyerang Anggota Polisi Polsek Wonokromo

19 Agustus 2019, 14: 58: 54 WIB | editor : Wijayanto

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, motif sementara pelaku penyerangan ke Polsek Wonokromo Imam Musthofa (IM) adalah amaliyah atau mengamalkan ajaran jihad yang dipelajarinya dari media sosial (medsos).

"Itu mengaplikasikan apa yang dipelajarinya di medsos, yakni amaliyah," kata Barung di Mapolda Jatim.

Barung menambahkan, pelaku, istri, dan anaknya sudah diamankan dan diambil keterangan oleh Densus 88. Selanjutnya, kewenangan penyidikan ada di Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu pisau penghabisan, satu celurit, satu katapel dengan amunisi kelereng, satu senpi gas gun hitam, satu kaos warna hijau, alat mandi, satu tas ransel hitam, dua lembar kertas fotokopi bertuliskan Laillahhaillallah.

Apakah pelaku masuk ke dalam satu jaringan teroris? Barung enggan menjawab secara detail. "Itu nanti porsi Densus 88. Kuat dugaan ke arah sana. Sementara per orangan," katanya.

Barung juga menyebutkan bahwa Aiptu Agus Sumarsono, korban pembacokan, sudah keluar dari ruang ICU dan memasuki tahap pemulihan. Tapi korban belum bisa diajak bicara lebih dalam.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu menuturkan, sekitar pukul 20.00, korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk operasi dan selesai Minggu dinihari (18/8) sekira pukul 01.00.

"Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Yang satunya (Briptu Febian) hanya luka lebam saja," tambahnya. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia