Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Sempat Digadaikan, Warga Enggano GKB Ini Kaget Mobilnya Kembali Utuh

19 Agustus 2019, 13: 57: 37 WIB | editor : Wijayanto

SERAH TERIMA:  Kapolres,  Kasatreskrim Polres Gresik bersama korban dan pelaku di Jalan Taman Dalam IV/21 Perum GKB.

SERAH TERIMA: Kapolres, Kasatreskrim Polres Gresik bersama korban dan pelaku di Jalan Taman Dalam IV/21 Perum GKB. (FAJAR YULI ANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pelaku dugaan penggelapan mobil, Anas Basahruddin, 27, warga Jalan Kahayan 95 Perum Gresik Kota Baru (GKB) akhirnya mengembalikan mobil kepada pemilik kendaraan Nadia Pratiwi.

Pelaku didampingi  Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro menyerahkan kunci mobil ke pemiliknya terkait kasus penggelapan.  

Penyerahan kunci mobil tersebut diterima langsung oleh Nadia Pratiwi, 27, warga Jalan Taman Enggano Dalam IV/21 Perum GKB.

Suprise-nya penyerahan kunci itu dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI).

Kasus penggelapan ini berawal ada laporan dari masyarakat. Mobil Honda HRV warna putih nopol W 1493 WD milik Nadia Pratiwi dibawa lari oleh Anas lalu digadaikan ke orang lain. 

“Dari hasil pengembangan penyelidikan. Mobil milik korban yang digadaikan itu dibawa lari ke wilayah Malang. Tetapi, pelaku kami tangkap di tempat tinggalnya,”  kata Kapolres. 

Sementara itu, Nadia Pratiwi warga Jalan Taman Enggano Dalam IV/21 Perum Gresik Kota Baru (GKB) tidak menyangka mobil yang telah dibawa lari oleh rekannya itu kembali utuh seperti semula.

“Kasus ini awalnya kaca spion mobil yang baru saya beli pecah. Selanjutnya, menghubungi Anas yang juga sales mobil. Dia berjanji bisa menyelesaikan sesuai perjanjian. Karena percaya kunci sama STNK mobil saya serahkan. Namun, setelah waktunya cukup lama dan tidak ada kabar, dicoba dihubungi melalui ponselnya tapi malah mati. Setelah menunggu tidak ada kejelasan. Saya melapor ke polisi tidak tahunya mobil malah digadaikan ke orang lain,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyatakan, dari hasil pengembangan serta pemeriksaan. Pelaku seorang diri menjalankan aksinya mengingat sudah mengenal korban cukup lama.

“Hasil pemeriksaan pelaku mengaku terpaksa menggadaikan mobil karena butuh uang buat pembayaran dua mobil kredit miliknya yang belum dibayar,” paparnya.

Akibat perbuatannya itu, polisi menjerat pelaku dengan pasal 372 dan 378 KHUP, ancamannya di atas tiga tahun penjara. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia