Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Simpatisan ISIS Serang Polsek Wonokromo, Dua Polisi Terluka

18 Agustus 2019, 10: 09: 39 WIB | editor : Wijayanto

NEKAT: Anggota Densus 88 berjaga di depan ruang SPKT dimana pelaku IM dilumpuhkan setelah menyerang Polsek Wonokromo.

NEKAT: Anggota Densus 88 berjaga di depan ruang SPKT dimana pelaku IM dilumpuhkan setelah menyerang Polsek Wonokromo. (NET)

Share this      

SURABAYA - Mapolsek Wonokromo diserang seseorang terduga teroris tepat saat malam perayaan HUT Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8). Pelaku melakukan aksi penyerangan seorang diri dengan senjata tajam (sajam) dan melukai dua orang petugas jaga di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo.

Pelaku diketahui bernama Imam Mustofa, 30, warga Madura yang kos di Jalan Sidosermo IV Surabaya. Pelaku yang berpura-pura hendak melapor ke SPKT langsung menyerang petugas dengan celurit dan melukai Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket SPKT, dan Bripda Febian, piket reskrim, yang sedang berjaga di ruangan SPKT.

Akibat serangan mendadak itu, Aiptu Agus terluka sabetan celurit di bagian pipi dan tangan kiri. Sedangkan Bripda Febian mengalami luka lebam. Keduanya kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Katolik St Vincentius A Paulo (RKZ) Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho langsung mendatangi lokasi kejadian, Sabtu malam. Kapolda mengatakan, pelaku datang ke Polsek Wonokromo sekitar pukul 16.45. Ia langsung menuju ke ruang SPKT yang berada di dekat pintu masuk dan berpura-pura hendak melapor sebagaimana warga biasa.

"Tiba-tiba, pelaku melompat, mengeluarkan celurit dan menyerang anggota yang hendak melayani," kata Kapolda.

Akibat serangan mendadak itu, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di bagian pipi kiri dan tangan kiri. Korban pun langsung berteriak minta tolong. Kebetulan di ruang sebelah banyak anggota, Aiptu Agus berhasil diselamatkan dan pelaku diringkus setelah dilakukan penembakan oleh anggota reskrim Polsek Wonokromo.

Kapolda mengatakan, pelaku hanya beraksi seorang diri. Sedangkan motif penyerangan belum diketahui. "Motif masih diselidiki," katanya.

Kini pelaku sudah diamankan oleh Densus 88 dan dilakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan teroris yang melibatkan pelaku.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho menambahkan, polisi mengamankan beberapa barang bukti dari tangan tersangka. Antara lain sebilah pisau panjang, sebilah celurit yang terlepas gagangnya, ketapel dengan amunisi kelereng, senapan gaz gun warna hitam, kaos hijau, lembaran fotokopi bertuliskan lambang ISIS, peralaran mandi, kerupuk, dan 1 tas ransel hitam. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia