Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Senin Akan Dilakukan Operasi Mikrotomi

18 Agustus 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERI PENJELASAN: Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto (kanan), memberikan penjelasan kepada orang tua bayi kembar siam a

BERI PENJELASAN: Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto (kanan), memberikan penjelasan kepada orang tua bayi kembar siam asal Kendari, Selvita Dewi dan Jayasri, saat operasi pemisahan Aqila dan Azila di Gedung Bedah Pusat Terpa (dok)

Share this      

SURABAYA - Bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdominopagus) asal Kendari, Aqila dan Azila berhasil dipisahkan pada Rabu (14/8) lalu. Saat ini kondisi keduanya masih dalam tahap pemulihan dan belum bisa dinyatakan stabil. Bahkan, terjadi mikrotik atau tumbuh bintik hitam seluas dua sentimeter pada kulit bekas sayatan bayi Azila. Sehingga senin depan (19/8), ia harus menjalani operasi mikrotomi.

Kepala Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo dr Agus Harianto menjelaskan, munculnya mikrotik ini ditemukan kemarin. Saat tim dokter melakukan evaluasi rutin. Mikrotik terjadi karena jaringan kulit yang disambungkan tidak tumbuh dengan baik. "Karena luka sayatan di bagian perut Azila relatif luas, 17 sentimeter, maka wajar jika terjadi masalah di kulitnya," ujarnya, Sabtu (17/8).

Untuk itu, Senin depan Agus beserta tim dokter lengkap akan melakukan operasi mikrotomi kepada bayi Azila. Untuk membuang jaringan mikrotik. Operasi itu juga sekalian untuk mengevaluasi plat yang di pasang di ruas dada Azila. "Kondisinya tidak mendesak, dan bisa jadi bertumbuh terus. Maka kami tunggu hingga Senin untuk dilakukan operasi," lanjutnya. 

Sementara ini, bayi Aqila dan Azila masih menjalani perawatan intensif dan isolasi dari lingkungan. Keduanya saat ini di rawat di ruangan terpisah di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Dr. Soetomo. 

Kondisi Aqila memang relatif baik. Karena luka sayatannya juga tidak besar. Bayi Aqila memiliki selaput jantung dan ruas jantung lengkap, berbeda dengan Azila yang membuntuhkan bantuan plat untuk melindungi dadanya. Untuk itulah, Bayi Azila memerlukan perawatan yang lebih. "Kalau pernafasan dan fungsi organ vital semuanya baik. Namun yang perlu diperhatikan saat ini adalah munculnya infeksi. Maka dari itu kami isolasi," Lanjutnya. 

Dokter Agus menjelaskan, operasi pemisahan Aqila dan Azila merupakan operasi besar. Untuk itu, ia berharap doa dari masyarakat. Agar kondisi Aqila dan Azila semakin membaik. Dan operasi mikrotomi yang akan dilaksanakan senin depan berjalan lancar. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia