Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

SSC Dorong Potensi Kampung Demi Terciptanya Ekonomi Berkelanjutan

16 Agustus 2019, 18: 37: 13 WIB | editor : Wijayanto

KREATIF: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi (kedua kiri) melihat jamu instan produksi warga saat sosialisasi SSC 2019 di Pakal Timur, Surabaya, Kamis (15/8).

KREATIF: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi (kedua kiri) melihat jamu instan produksi warga saat sosialisasi SSC 2019 di Pakal Timur, Surabaya, Kamis (15/8). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sosialisasi Surabaya Smart City (SSC) 2019 telah dilakukan di seluruh kelurahan di Surabaya timur, selatan, barat, dan utara. Kamis (14/8), Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) melakukan sosialisasi SSC di tiga kelurahan kawasan barat. Yakni, Kelurahan Babat Jerawat, RW VIII Blok BE; Kelurahan Pakal, Jalan Pakal Timur III; dan Kelurahan Benowo, Jalan Benowo Krajan, Gang III.

INOVATIF: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi (kedua kiri) mencoba pupuk buatan warga di Pondok Benowo Indah, Surabaya.

INOVATIF: Plt Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi (kedua kiri) mencoba pupuk buatan warga di Pondok Benowo Indah, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKRTH Surabaya Eri Cahyadi memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan warga yang kampungnya mengikuti SSC 2019. Di antaranya, potensi usaha berkelanjutan. "SSC baru saja kita launching tahun ini. SSC ini kita jadikan pendorong agar warga bisa melanjutkan potensinya. Agar terciptanya ekonomi yang berkelanjutan,” kata Eri.

Pria yang juga kepala Bappeko Surabaya ini mencontohkan salah satu kampung di Pakal yang punya potensi di bidang peternakan. Ada peternakan sapi perah, budidaya ikan lele, peternakan bebek dan ayam. Hal itu sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih jauh lagi. “Warga di sini sudah bisa menghasilkan jutaan benih,” ujar Eri.

Pemkot Surabaya, menurut dia, menjadi fasilitator bagi warga untuk mempromosikan produk unggulan atau usaha rumahan yang berpotensi menghasilkan produk berkelanjutan. “Istilahnya, kita ini menjadi salesnya warga. Warga punya apa, kita yang promosikan,” katanya.

Motivator lingkungan DKRTH Adi Candra menambahkan, sosialisasi SSC 2019 ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa program SSC 2019 tidak sekadar bersih dan menghijaukan kampungnya. Yang penting adalah menggali potensi-potensi kampung di Surabaya yang layak dimunculkan.

Adi berharap, warga bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk menjadikan kampungnya lebih baik lagi.  Selanjutnya, DKRTH akan melakukan penilaian ke setiap RW bersama tim juri dari Pemkot Surabaya.

Penilaian itu antara lain meliputi kampung dengan potensi budaya, sosial kemasyarakatan, kampung tematik berupa kampung dengan ciri khas khusus seperti kampung olahan herbal, kampung sejarah, kampung seni, hingga kampung UMKM. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia