Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perhiasan Jadi Primadona Kinerja Ekspor Jawa Timur

16 Agustus 2019, 13: 06: 10 WIB | editor : Wijayanto

MEWAH: Ekspor perhiasan dan permata menjadi pemicu naiknya kinerja ekspor Jawa Timur di Juli 2019.

MEWAH: Ekspor perhiasan dan permata menjadi pemicu naiknya kinerja ekspor Jawa Timur di Juli 2019. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor provinsi paling timur di Pulau Jawa  ini pada Juli mencapai USD 1,78 miliar. Nilai tersebut naik sebesar 17,90 persen dibandingkan capaian Juni.

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono menuturkan, kenaikan nilai ekspor Juli tersebut dipicu oleh kinerja ekspor sektor non-migas yang meningkat lebih besar dari penurunan migas. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas non-migas naik sebesar 25,31 persen. Yaitu dari USD 1,42 miliar menjadi USD 1,78 miliar. "Nilai ekspor non-migas tersebut menyumbang sebesar 99,95 persen dari total ekspor bulan Juli," terang Teguh.

Namun demikian, lanjut dia, hal ini justru berbanding terbalik pada komoditas migas yang turun sebesar 99,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari USD 90,16 juta menjadi USD 0,89 juta pada Juli. Komoditas migas menyumbang 0,05 persen dari total ekspor Jawa Timur. "Secara kumulatif, selama Januari-Juli 2019, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar USD 11,70 miliar atau naik 0,07 persen dibandingkan Januari-Juli 2018, sebesar USD 11,69 miliar," jelasnya. 
Adapun golongan barang utama ekspor non-migas pada Juli, menurut Teguh, berasal dari komoditas perhiasan dan permata sebesar USD 327,19 juta. Disusul oleh kayu dan barang dari kayu sebesar USD 121,40 juta dan tembaga sebesar USD 116,52 juta. 
Sedangkan negara tujuan ekspor non-migas terbesar pada Januari-Juli 2019 adalah Jepang mencapai USD 1.656,68 juta atau dengan peranan 14,77 persen. Disusul berikutnya ekspor ke Amerika Serikat sebesar USD 1.509,60 juta atau dengan peranan 13,46 persen. "Dan ke Tiongkok USD 1.262,17 juta dengan peranan 11,25 persen," imbuh Teguh.
Sedangkan ekspor non-migas ke kawasan ASEAN mencapai USD 2.034,42 juta atau member kontribusi sebesar 18,14 persen. Sementara ekspor non-migas ke Uni Eropa mencapai USD 981,37 juta atau sebesar 8,75 persen. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia