Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tari Kolosal Warga LP Porong Peringati HUT RI Pecahkan Rekor Muri

16 Agustus 2019, 11: 50: 07 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK : Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai Lapas Porong melakukan tari kolosal di Lapangan.

KOMPAK : Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai Lapas Porong melakukan tari kolosal di Lapangan. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai Lapas Kelas I Surabaya di Porong (Lapas Porong) kompak mengikuiti tari kolosal. Tari Indonesia Bekerja Indonesia Jaya itu digelar untuk peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI sekaligus untuk pecahkan rekor muri.

(HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Hendrik Muchlison-Wartawan Radar Sidoarjo

Pagi itu pemandangan berbeda nampak di lapangan yang berada di dalam Lapas Porong. Ratusan WBP telah berkumpul dan berbaris rapi di lapangan yang berada di Jalan Pemasyarakatan, Kecamatan Porong itu.

Baik WBP maupun pegawai lapas juga kompak mengenakan baju berwarna merah. Termasuk Kalapas Porong Suharman.

Tak lama berselang, para WBP dan pegawai lapas Porong itu secara kompak menarikan gerakan tarian kolosal "Indonesia Bekerja Indonesia Jaya". Nampak juga sebagian WBP yang mengenakan seragam reog dan barongan dalam mengikuti tari kolosal itu. "Gerakannya tidak sulit, kami latihan sekitar satu minggu," terang Andi, salah satu WBP.

Kalapas Porong Suharman menegaskan, jika tari kolosal ini juga dilaksanakan serempak seluruh lapas di Indonesia. Sedikitnya ada 200 ribu peserta yang mengikuti tari kolosal. Pelaksanaan tari juga disiarkan secara teleconference sehingga dapat dilangsungkan serempak se-Indonesia. "Ini untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan, sekaligus untuk memecahkan rekor muri," terang Suharman.

Dari pihak Lapas Porong juga tidak memiliki kenadala tersendiri dalam pelaksanaan giat tersebut. Seluruh WBP dan pegawai langsung kompak berlatih setelah mendapat instruksi dari pusat.

Dia berharap kegiatan itu dapat menanmkan jiwa nasioanlisme khususnya kepada WBP yang berada di dalam lapas. "Mereka juga bagian masyarakat Indonesia, jadi mereka ikut memeriahkan meski dalam menjalani hukuman," pungkas Suharman. (*/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia