Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Mahasiswa Politeknik NSC Bikin Brownies dari Kulit Pisang

16 Agustus 2019, 11: 31: 15 WIB | editor : Wijayanto

BERSAMA PEMBIMBING: Dibyo M Sidik didampingi Yuniwati Ekaningrum (dua dari kiri) dan Endah Lestari, Kepala Pusat Layanan Karir (kanan) serta Nina Triolita, Kaprodi D-4 MPI (kiri).

BERSAMA PEMBIMBING: Dibyo M Sidik didampingi Yuniwati Ekaningrum (dua dari kiri) dan Endah Lestari, Kepala Pusat Layanan Karir (kanan) serta Nina Triolita, Kaprodi D-4 MPI (kiri). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Kulit pisang bisa diolah menjadi olahan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Di tangan Dibyo M Sidik, barang tersebut diolah menjadi bahan makanan olahan yang sangat lezat. Dibyo mengolah kulit pisang menjadi bahan adonan untuk membuat kue brownies, pe­ngganti tepung terigu.

INOVASI KULINER: Brownies Kulit Pisang made in Poltek NSC.

INOVASI KULINER: Brownies Kulit Pisang made in Poltek NSC. (ISTIMEWA)

Dibyo menjelaskan, ide memanfaatkan kulit pis­ang tersebut bermula saat ia melihat tumpukan kulit pisang dari penjual gorengan yang ada di sebelah rumahnya di kawasan Kenjeran, Surabaya. Dia pun berpikir bagaimana memanfaatkan kulit pisang ini. Kemudian muncul ide untuk mengolahnya menjadi pengganti tepung terigu sebagai bahan membuat kue brownies.

Dia kemudian melakukan serangkaian percobaan yang diawali dengan memilih kulit pisang yang war­nanya masih segar, kekuningan. Setelah itu, kulit pisang tersebut direndam semalam. Setelah melalui proses perendaman, kemudian dipotong-potong lalu dijemur selama tujuh hari.

Kalau sudah terlihat benar-benar kering, selanjutnya digiling menjadi tepung, dan diayak untuk mencari tekstur yang lembut. Maka, jadilah tepung yang siap untuk bahan adonan membuat kue.

Percobaan pertama membuat Brown Cake. Namun, hasilnya kurang memuaskan. “Kue ini warnanya cenderung kuning, sementara tepung kulit pisang mengasilkan warna kecokelatan,” jelas Dibyo.

Kemudian, ia membuat percobaan lagi dengan  membuat kue brownies. Alhasil, tepung ini cocok untuk  diterapkan dalam  pembuatan adonan kue ini. “Brownies warnanya cokelat. Otomatis tepung ini tidak mempengaruhi secara warna,” tutur Dibyo.

Temuan ini  selain menjadi prestasi tersendiri bagi Dibyo, juga bagi kampusnya. Ia mengklaim Brownies Kulit Pisang (BKP) ini murni hasil ciptaannya.  Karena itu, ia dibantu oleh Politeknik NSC mengurus Hak  Kekayaan Intelektual  (HaKI) supaya mempunyai kekuatan hukum dan tidak dijiplak oleh pihak lain.

Jerih payah Dibyo ini juga untuk memenuhi persyaratan kelulusaannya dengan membuat karya ilmiah sebagai tugas akhir (TA).  Dibyo tercatat sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Perhotelan Politeknik NSC. Karya Dibyo ini telah lolos sidang di hadapan dewan penguji. Pada Oktober mendatang, ia menjadi salah satu peserta wisuda.

Ke depan, ketika kue BKP ini sudah melewati uji hedonik (uji kesukaan), akan dikembangkan menjadi komoditas wirausaha.  “Hasilnya sudah ada,” kata Yuniwati Ekaningrum, dosen pembimbing TA, sekaligus Direktur LSP Politeknik NSC. “Di hadapan lebih dari 20 panelis, 80 persen menyukai,” sambung Dibyo.

Yuni menyarankan agar lebih menarik BKP ini bisa ditambahkan topping sebagai varian rasa. Selain itu,  kemasanan juga menjadi perhatian bila BKP ini nantinya  dipasarkan. “Kami bantu untuk mendesain kemasan kerja sama dengan Teknik Komputer,” ujar Yuni.

Politeknik NSC juga mengarahkan mahasiswa untuk menjadi entrepreneur.  “Dengan membuka usaha dapat merekrut tenaga kerja sehingga bisa mengurangi penganguran,” katanya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu perhotelan atau lainnya, Politeknik NSC masih membuka pendaftaran mahasiswa baru. Bisa menghubungi kampus Politeknik NSC di Jalan Basuki Rahmad 85 Surabaya atau kunjungi www.nsc.ac.id. (yad/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia