Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Kukuhkan 100 Petugas Pengibar Bendera di Balai Kota

16 Agustus 2019, 11: 28: 09 WIB | editor : Wijayanto

MUDA UNGGUL: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengukuhkan 100 anggota Paskibraka di Balai Kota Surabaya.

MUDA UNGGUL: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengukuhkan 100 anggota Paskibraka di Balai Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengukuhkan 100 pelajar pilihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya. Mereka akan bertugas pada upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8).

SIAP BERTUGAS: Anggota Paskibraka Kota Surabaya bersiap mendengarkan wejangan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya.

SIAP BERTUGAS: Anggota Paskibraka Kota Surabaya bersiap mendengarkan wejangan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Wali kota yang akrab disapa Risma itu menyampaikan selamat atas terpilihnya 100 pelajar teladan sebagai anggota Paskibraka Surabaya 2019. Mereka dipilih melalui seleksi ketat ribuan pelajar jenjang SMA (sederajat) se-Kota Surabaya sejak beberapa bulan lalu.

“Anakku, kalian orang yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini karena ribuan peserta ingin seperti kalian sekarang. Inilah kesempatan kalian membuktikan yang terbaik untuk Bumi Nusantara tercinta,” kata Risma.

Menurut dia, membuktikan kecintaan kepada negara bisa melalui berbagai cara. Termasuk mengibarkan bendera sang Merah Putih pada HUT Ke-74 Kemerdekaan RI. Namun, pengibaran bendera tidaklah hanya sebatas menaikkan kain berwarna merah dan putih saja, melainkan esensi dari perjuangan para pahlawan yang membuat Indonesia berhasil merdeka.

“Banyak sekali pahlawan kita yang gugur karena ingin mengubah bendera merah-putih-biru menjadi merah putih. Padahal, itu risikonya besar sekali. Tapi mereka dengan berani melakukannya, bahkan tidak peduli nyawa karena keberanian arek-arek Suroboyo dan pejuang lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Nah, perjuangan para paskibraka ini, menurut Risma, tidak berhenti setelah upacara berakhir. Setelah upacara bendera 17 Agustus 2019, masih banyak yang harus dilakukan untuk membuktikan kecintaan kita pada negeri melalui prestasi-prestasi konkret. “Kalian berhak berhasil. Ingat ya, para pejuang dulu dengan susah payah membuat Indonesia merdeka. Kita harus menjaga kemerdekaan ini. Buat bangga guru kalian, orang tua, dan bumi tercinta Nusantara,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, wali kota kelahiran Kediri ini juga berpesan kepada para paskibraka agar tidak meninggalkan kebiasaan selama menjalani pelatihan saat karantina. Sebab, selama masa karantina, mereka diajarkan lebih displin dan dibekali pengetahuan cinta kebangsaan.

“Setelah kembali ke rumah masing-masing, saya berharap kebiasaan-kebiasaan yang sudah diajarkan di sekolah maupun di organisasi tetap kalian lakukan dan tularkan kedisiplinan itu kepada masyarakat sekitar,” pesannya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto menyampaikan, persiapan 100 pelajar ini memakan waktu dua minggu untuk latihan intens. Sebelumnya, peserta juga ada pelatihan selama empat hari berturut-turut. “Kami karantina selama empat hari, 14–17 Agustus usai upacara,” kata Eddy seusai pelantikan. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia