Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Calo Masih Marak, Dispenduk Kewalahan, Masyarakat Diminta Urus Sendiri

16 Agustus 2019, 00: 48: 05 WIB | editor : Wijayanto

PELAYANAN TERPADU: Dispendukcapil Gresik mengeluhkan masih banyaknya masyarakat yang mempercayakan pengurusan dokumen kependudukan lewat calo.

PELAYANAN TERPADU: Dispendukcapil Gresik mengeluhkan masih banyaknya masyarakat yang mempercayakan pengurusan dokumen kependudukan lewat calo. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Calo pengurusan dokumen kependudukan masih marak. Kondisi ini membuat upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) memperbaiki pelayanan terhambat. Sebab, para calo terus membuat isu kepada masyarakat bahwa pengurusan dokumen rumit dan sulit.

Sulitnya mengurus KTP ditambah antrean yang sangat banyak pemohon kependudukan dan catatan sipil dimanfaatkan oleh oknum calo di Dispendukcapil.

Ada penawaran ada permintaan, demikian hukum ekonomi berjalan. Sehingga, muncul sejumlah penawaran untuk mengurus KTP sejumlah warga mengeluarkan uang antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.

"Saya sempat bingung karena KTP blangkonya habis, sementara saya perlu untuk mengurus perpanjangan SIM dan perpanjangan kendaraan. Lalu ditawari calo di sekitar alun-alun ya saya bayar saja yang penting cepat selesai," kata salahsatu pemohon asal Kecamatan Manyar.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Gresik Khusaini mengatakan pihaknya mendapatkan banyak laporan dari masyarakat bahwa pengurusan dokumen kependudukan sulit.

Padahal, saat ini pihaknya sedang menggalakkan program satu hari pembuatan dokumen kependudukan. “Yang bikin lama itu sebenarnya calo. Kalau masyarakat mau mengurus sendiri kami pastikan satu hari jadi,” ujarnya.

Dikatakan, perbaikan system terus dilakukan. Termasuk peningkatan kinerja petugas layanan. Dimana saat ini satu petugas bisa melayani hampir seluruh dokumen kependudukan.

“Kalau dulu satu petugas untuk satu dokumen. Sekarang tidak. Mereka bisa melayani seluruh kebutuhan dokumen. Jadi proses bisa lebih cepat,” ungkap dia.

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat agar mengurus sendiri kebutuhan dokumen kependudukan. Pihaknya menyediakan nomor antrian sehingga dipastikan akan terlayani dengan baik.

“Selain e-KTP, kami pastikan dokumen jadi dalam waktu satu hari. Sehingga masyarakat tidak perlu bolak-balik ke kantor capil,” terangnya.

Sementara, Imam salah satu warga mengatakan saat ini pelayanan di Dispendukcapil sudah lumayan baik. Hanya saja, untuk pengurusan ganti e-KTP masih sangat lama. “Iya, e-KTP yang lama. Karena blankonya katanya habis,” ujarnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia