Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Bermalam di Rumah Janda, Kasun Jogodalu Digerebek Warga

16 Agustus 2019, 00: 30: 28 WIB | editor : Wijayanto

DIRAPATKAN: Warga membawa Burdin dan Sariah ke Balai Desa Jogodalu untuk menjelaskan masalah tersebut.

DIRAPATKAN: Warga membawa Burdin dan Sariah ke Balai Desa Jogodalu untuk menjelaskan masalah tersebut. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Nasib apes dialami Nurudin, Kepala Dusun (Kasun) Jogodalu, Desa Jogodalu, Benjeng. Saat sedang menginap di rumah salah satu janda desa, dirinya digerebek warga setempat. Ia bersama janda bernama Sariah kemudian dikeler warga menuju Balai Desa untuk diminta keterangan.

Dari data yang berhasil dihimpun, warga sebenarnya sudah sejak lama curiga dengan gerak-gerik kasun yang sering datang ke rumah Sairah janda yang sudah memiliki empat orang anak. Namun warga membiarkan karena masih dianggap wajar.

Kemudian, warga yang terus memantau mendapati Nurudin tak kunjung pulang dari rumah janda tersebut hingga pukul 02.15, Minggu malam lalu. Padahal, Nuruddin masih memiliki istri sah.

Warga yang berang kemudian ramai-ramai mendatangi rumah janda tersebut. Warga kemudian menggerebek rumah tersebut dan membawa keduanya ke Balai Desa. 

“Waktu ditanyai saat itu, Kasun mengaku sudah nikah siri. Tapi ketika ditanya bukti atau saksi yang bersangkutan tidak dapat membuktikan,” menurut salah satu warga yang namanya tidak ingin di sebutkan.

Menanggapi hal ini, Ketua BPD Jogodalu Yasin ketika dikonfirmasi melalui telepon membenarkan adanya kejadian pengerebekan tersebut. Dan keduanya memang berada di satu rumah. 

Ditambahkan Yasin, Nurdin mengaku sudah nikah siri. Namun, ia tidak dapat membuktikan kalau memang benar-benar sudah nikah sirih. Dia menambahkan, kejadian ini sudah membuat warga resah.

“Masyarakat menuntut agar Pak Nurdin di copot dari jabatan Kasun karena di nilai tidak memberikan contoh yang baik bagi dan warga juga sudah melayangkan surat ke PMD serta ke Bupati Gresik,” kata Yasin.

Terpisah, Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi mengaku dugaan perselingkuhan hingga terjadi penggerebekan massa itu belum masuk ke polsek. "Belum ada laporan dan anggot saya juga tidak menerima laporan tersebut, jadi kita hanya sebatas monitor saja,” pungkasnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia