Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Pas PDKT Ngebet Ngajak Nikah, Giliran Sudah Jadi Istri Disia-sia

16 Agustus 2019, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Ketika masa pacaran, tak henti-hentinya Donwori, 27, mengajak Karin, 22, untuk segera menikah. Eh tak tahunya, sikapnya berubah total setelah sah. Makin cinta? Tidak. Menyakiti? Iya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Rupanya, Donwori masih menyimpan dendam. Gara-gara Karin menolak menggugurkan bayi hasil hubungan gelapnya saat pacaran.

"Dia belum siap mau jadi bapak,. Tapi namanya ibu, Mbak, yak apa-yak apa gak tega kalau harus menggugurkan janinnya sendiri," ujarnya.

Memang, Donwori bertanggung jawab. Setelah insiden MBA itu, Donwori akhirnya menikahi Karin. Lima bulan setelah pernikahan, bayinya lahir. Namun setelah itu, Karin hampir tidak mengenal Donwori. Karena sikap suaminya ini berubah total.

Meski sudah jadi pasangan suami istri, Karin dan Donwori tidak tinggal bersama. Karin tinggal dengan orang tuanya, sementara Donwori tinggal dengan orang tuanya sendiri. Sepulang kerja, sesekali Donwori datang untuk menjenguk anaknya. Namun Donwori cuek dengan Karin. Menyapa pun tidak.

Sempat sesekali Karin yang mengajak Donwori ngobrol duluan. Ya disiapi makanan, ya diaiapi kamar. Ia dandan juga. Harapannya biar dipuji oleh suaminya. Tapi bukannya pujian yang ia dapat, tapi malah seperti kata-kata kasar. Tak segan ia menyamakan dandanan Karin dengan pelacur.

Tak hanya itu, bahkan untuk keperluan anak sendiri, Donwori tidak pernah mau mengeluarkan uang. Jangankan beli popok. Dimintai uang uuntuk membeli perlengkapan dasar  bayi saja Donwori marah-marah. "Kalau aku minta, pasti jawabannya suruh beli pakai uangku sendiri atau minta orang tua sana, " lanjutnya.

Sementara Donwori, selalu beralasan bokek. Padahal, setiap menjenguk ke rumah, Karin tahu kalau barang-barang Donwori selalu baru. Ya handphone baru, jam tangan, kemeja. Ada saja yang dibeli.

Dukungan materil tak diberikan. Pun juga dukungan moral. Kapan pun Karin meminta diantar ke rumah sakit untuk periksa, Donwori selalu menolak. Biasanya alasannya bikin geregetan. Sudah ada janji futsal dengan teman-teman. Atau kadang, sedang capek kerjaan menumpuk.

Sekali dua kali sih Donwori terkadang mengantar. Namun ujung-ujungnya malah bertengkar. "Pernah aku sampai mau lompat dari mobil. Dia nyetir sambil vape-an. Saya parno. Nanti kalau batereinya meledak gimana sama anak saya. Tak paksa berhenti, dia ngancam mau bunuh aku dengan menabrakkan mobil dengan truk di depan. Ya itu saya mau loncat," lanjutnya.

Saking tertekan dengan perlakuan suaminya, Karin bolak-balik masuk UGD karena vertigo. Biayanya dari mana, ya Karin sendiri lah, minta orang tua.

"Aku sudah gak kenal lagi sama Ms Wori yang dulu ngebet terus ngajak nikah. Nah sekarang sudah dinikahi kok aku disia-siakan gini jadinya," pungkasnya menyesal tujuh turunan. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia