Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Gigit dan Tendang Pelaku, Siswa SD Selamat dari Penculikan

15 Agustus 2019, 23: 23: 07 WIB | editor : Wijayanto

JEMPUT BOLA: Kapolsek Kebomas, Kompol Machmud, berdialog dengan orang tua korban dan meminta agar melaporkan peristiwa yang baru dialaminya ke mapolsek.

JEMPUT BOLA: Kapolsek Kebomas, Kompol Machmud, berdialog dengan orang tua korban dan meminta agar melaporkan peristiwa yang baru dialaminya ke mapolsek. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Masyarakat di Kabupaten Gresik was-was dengan adanya berita percobaan penculikan pada seorang siswa kelas 5 salah satu SD swasta. NH, 11, warga perumahan Bunder Asri Desa Kembangan, Kebomas, nyaris diculik orang tak dikenal sepulang sekolah, Selasa (13/8) lalu.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya korban sedang berjalan sendirian menuju rumahnya. Tiba-tiba ditarik dua laki-laki tidak dikenal dan dimasukkan ke mobil minibus.

Beruntung, korban melawan dengan menendang dan menggigit tangan pelaku sehingga bisa kabur dan pulang ke rumah.

Mendengar informasi tersebut Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro bergerak cepat dengan memerintahkan Kapolsek Kebomas untuk mendatangi rumah korban. Hal ini dikarenakan pihak orang tua korban enggan melapor ke polisi.

“Kami berusaha membujuk orang tuanya agar mau membuat laporan ke Polsek Kebomas. Dari sana nanti bisa tahu apa motif penculikan ini. Apakah karena ekonomi atau dendam?,” kata Kapolres.

Sejalan dengan hal itu, pria dengan dua melati dipundak itu memerintahkan jajaran Reskrim Polres Gresik memburu pelaku.

Sebagai langkah awal pihaknya telah memeriksa seluruh rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Termasuk untuk mengungkap identitas nomor kendaraan yang digunakan kedua pelaku.

“Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami menghimbau kepada warga dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tuturnya.

Tidak hanya memburu pelaku, mantan Kapolres Bojonegoro itu juga berencana mengumpulkan seluruh kepala sekolah di tingkatan Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kabupaten Gresik.

Rencananya, kegiatan akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten Gresik itu, polisi akan memberi pengarahan dan himbauan yang bertujuan meminimalisir kejadian penculikan.

“Kami menghimbau agar seluruh lembaga pendidikan memiliki kamera CCTV. Selain itu juga diharapkan agar para orang tua meningkatkan pengawasannya kepada anak. Jika masih dibawah umur saya menghimbau untuk didampingi orang tua saat bermain atau pulang sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SD Irada, Ismail membenarkan peristiwa percobaan penculikan yang terjadi pada anak didiknya itu. Kendati demikian pihaknya enggan bercerita banyak terkait hal ini. 

“Peristiwa itu betul terjadi. Saat ini kami sudah mengumpulkan orang tua seluruh siswa untuk rapat bersama menindaklanjuti peristiwa ini agar tidak terjadi lagi,” kata dia singkat. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia