Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tawarkan Sensasi Threesome dengan Bumil, Istri Hamil Muda Dilacurkan

15 Agustus 2019, 15: 03: 29 WIB | editor : Wijayanto

NEKAT: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus perdagangan manusia (human trafficking) yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

NEKAT: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus perdagangan manusia (human trafficking) yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penghasilan menjadi penjual bakso dianggap tak cukup bagi Dian Tri Susilo,20,. Warga Dusun Balok Jeruk RT3 RW1, Balong Jeruk, Kujang, Kediri inipun menjadi gelap mata. Dia tega menjual istri sirinya, DR,16, kepada pria hidung belang. Layanan yang Dian tawarkan ialah sensasi seks dengan ibu hamil (bumil) muda dan threesome.

Perbuatan nyeleneh ini dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya,Selasa (13/8). Pelaku ditangkap di salah satu hotel di Jalan Diponegoro, Surabaya.

Saat itu, Dian bersama istri dan seorang pria hidung belang di kamar hotel. “Saat kami gerebek ketiganya sudah berada di atas kasur,” ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni.

Ruth mengatakan dari penggerebekan itu, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni pakaian korban, bill hotel dan serta sejumlah uang hasil bisnis tersebut. Lalu ketiganya dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Ruth, binis jual istri yang dijalankan Dian terbongkar setelah pihaknya melakukan cyber patrol. Saat itu, pihaknya menemukan salah satu akun facebook (FB) bernama suami istri bahagia. Setelah ditelusuri lebih dalam, rupanya ada salah satu nama akun yang memposting layanan itu.

“Tersangka lewat akun FB-nya, memposting layanan itu. Intinya istri tersangka siap melayani berbagai macam layanan. Mulai dari seks yang normal hingga threesome dan swinger (tukar pasangan, Red),” terangnya.

Dalam postingan itu, dia juga menyertakan foto seksi istrinya. Sehingga jika ada pria hidung belang yang berminat, mereka bisa mengirimkan pesan langsung di FB tersebut.

Kemudian, jika pelanggan ingin tahu lebih banyak, maka komunikasi dilanjutkan melalui whatsApp (WA). Tersangka pun memberikan nomornya kepada pelanggan.

Dalam percakapan itu, tersangka memberikan garansi jika pelayanan  istrinya tak akan mengecewakan. “Selain itu, tersangka juga mengiming-imingi pelanggan merasakan sensasi seks dengan ibu hamil muda. Sebab kebetulan, korban sedang mengandung empat bulan,” terangnya.

Ruth menjelaskan, setelah pelanggan berminat tinggal kesepakatan soal harga. Ruth mengatakan tersangka sudah menjual istri sirinya sebanyak tiga kali. Dua kali dilakukan di rumahnya dengan tarif Rp 100 ribu. Sedangkan pertama kali di Surabaya dengan tarif Rp 2 juta.

“Tersangka memang sengaja datang dari Kediri hanya untuk melayani pelanggan istrinya. Setelah tiba di Surabaya, ia lantas menyewa hotel sebelum akhirnya kami gerebek,” tandasnya.

Mantan Panit Reskrim Polsek Wonokromo ini mengatakan tersangka pernah membuka “lapak” di rumahnya. Saat itu, rumah dalam keadaan kosong. Lalu ia melayani pelanggan di kamar pasutri tersebut. “Tersangka dan korban ini memang pasutri siri. Namun korban dinikahi sejak umur 14 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, kepada polisi Dian mengaku gelap mata lantaran terdesak dengan kebutuhan. Penghasilan sebagai tukang bakso tak cukup untuk biaya anak dan janin dalam kandungannya.

Menurut tersangka Dian, istrinya sempat menolak. Namun Dia menegaskan kepada korban jika pekerjaan itu menjadi solusi. “Akhirnya (korban,Red) mau dan mengikuti. Saat itu keuangan lagi kacau,” terangnya. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia