Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Demo Kantor Kec. Manyar, Warga Minta Hitung Ulang Pilkades Sukomulyo

15 Agustus 2019, 10: 00: 25 WIB | editor : Wijayanto

PROTES: Camat Manyar Suyono saat menemui massa yang protes hasil Pilkades Sukomulyo.

PROTES: Camat Manyar Suyono saat menemui massa yang protes hasil Pilkades Sukomulyo. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sudah dua minggu gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak selesai dilaksanakan. Namun, warga Sukomulyo baru melakukan aksi demo. Protes dilakukan warga untuk meminta dilakukan perhitungan ulang.

Menurut informasi, kasus di Sukomulyo tidak jauh berbeda dengan kasus di desa lain sebelumnya. Banyak warga yang sudah mengumpulkan surat undangan namun tidak bisa mencoblos karena antrean banyak.

Kabarnya, pelaksanaan pencoblosan baru berakhir pukul 17.00. “Ada sekitar 200 warga belum mencoblos padahal sudah mengumpulkan undangan,” ujar Vicky salah satu warga kepada wartawan.

Vicky mengungkapkan, belum sepenuhnya warga mencoblos itu lantaran dua bilik suara tidak digunakan panitia. Akibatnya, sampai sore TPS masih dipenuhi warga yang belum mencoblos. “Petugas admin regristrasinya hanya satu orang. Dan biliknya tidak digunakan semua,” ungkapnya.

Protes tersebut tidak hanya ke panitia pilkades saja. Rombongan juga mendatangi Kantor Kecamatan Manyar. Penyebabnya, tuntutan tersebut langsung ditolak oleh panitia. “Kami diberi jawaban bahwa panitia sudah dibubarkan,” katanya.

Menanggapi hal ini, Camat Manyar Suyono membenarkan adanya warga yang meminta hitung ulang. Meski begitu, itu bukan menjadi kewenangan pihak kecamatan.

Oleh karena itu, Suyono menghimbau agar warga yang tidak setuju dengan hasil pilkades untuk menempuh jalur hukum. Yakni, melalui PTUN “Kami terima, tapi kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa ngasih saran saja,” ungkapnya.

Diketahui, Pilkades Sukomulyo 31 Juli lalu diikuti dua calon. Yakni Akhmad Munir memperoleh 1.680 dan Subiyanto memperoleh 1.683. Hanya selisih 3 suara. Sedangkan dari 7.441 daftar pemilih tetap (DPT), hanya 3.363 saja yang mencoblos. 4.078 lainnya tidak menggunakan hak suaranya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia