Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Hadapi Arema FC di Kandang, Persebaya Emban Misi Berat

15 Agustus 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

LINE UP: Persebaya siap hadapi Arema FC, nanti malam (15/8).

LINE UP: Persebaya siap hadapi Arema FC, nanti malam (15/8). (NET/PERSEBAYA.ID)

Share this      

MALANG – Laga seru bakal tersaji dalam pekan ke-14 Liga 1 2019 antara tuan rumah Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jumat (15/8). Partai bertajuk Derby Jawa Timur itu bukan sekadar tiga poin, tapi ada gengsi yang dipertaruhkan.

Singo Edan -julukan Arema- sebagai tuan rumah jelas membutuhkan kemenangan setelah dua laga terakhir cuma meraih imbang dan kalah. Apalagi, Arema terbilang cukup tangguh di kandangnya sejauh ini.

Terhitung sejak awal musim, Arema nyaris menyapu bersih semua laga kandangnya dengan kemenangan. Cuma Tira-Persikabo yang saat ini memimpin klasemen sukses mencuri poin penuh dari Kanjuruhan.

Selain cuma kalah sekali di kandang, Arema sangat beringas. Dalam enam kali menjamu lawannya di Kanjuruhan, mereka total memasukkan 19 gol atau 3,17 gol per laganya. Arema paling mengerikan dalam 15 menit awal dan 15 menit akhir laga. Tujuh atau 28 persen dari 25 gol Arema dicetak 15 menit awal, dan lima atau 20 persen di antaranya dikemas pada menit 75-90.

Kendati begitu, Persebaya jelas bukan lawan yang pantas diremehkan. Skuad Green Force  itu memang cuma meraih sekali kemenangan dalam enam partai terakhirnya. Namun, mereka pasti punya motivasi berlipat ketika menghadapi seteru utamanya itu.

Dipecatnya Djadjang Nurdjaman tentu bisa membawa angin segar buat Persebaya. Andai bisa mencuri poin atau bahkan menang di Malang, mereka pasti akan mendapatkan batu pijakan buat bangkit.

Namun, Persebaya bukannya tanpa harapan. Adanya pergantian di sektor pelatih bisa jadi membawa nasib baik bagi Persebaya pada laga nanti. Hal itu lantaran catatan buruk pelatih Djadjang Nurdjaman saat melawan Arema. Selama 340 hari melatih Persebaya, Djanur mencatat 21 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Namun, tak ada satu pun kemenangan tersebut bisa dipetik Djanur ketika Persebaya bertemu Arema. Djanur sudah tiga kali bertemu dengan Arema. Hasilnya, Persebaya menelan dua  kekalahan dan satu kali imbang.

Salah satu kekalahan terjadi pada final kedua Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pada partai puncak tersebut, Persebaya takluk 0-2 dari Arema dan tim berjulukan Singo Edan tersebut menjadi juara. Beban berat saat ini berada di tangan Bejo Sugiantoro yang ditunjuk sebagai pelatih sementara.

Namun, Bejo memilih bersikap santai soal laga Arema vs Persebaya. Bejo mencoba tetap tenang menghadapi situasi ini. Apalagi ini bukan kali pertama Bejo ditujuk sebagai caretaker. Tepatnya musim lalu, legenda hidup Persebaya Surabaya ini juga harus naik menjadi caretaker setelah Angel Alfredo Vera mundur dari jabatannya. Saat itu Bejo juga dihadapkan dengan seniornya di Persebaya, Aji Santoso. “Sama seperti tahun kemarin, saya juga menjadi caretaker dan bertemu dengan legend Aji Santoso,” ujar Bejo santai. Bejo layak santai, karena kalau toh kalah pada laga nanti, bisa berkilah dia akan pelatih caretaker. (sam/pps/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia