Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Belarusia Ajak Kerja Sama Bisnis Pengusaha Jatim

14 Agustus 2019, 18: 13: 16 WIB | editor : Wijayanto

BAHAS KERJA SAMA: Duta Besar Republik Belarus di Indonesia, H.E. Valery Kolsenik (dua dari kiri) bersama Darmawan Utomo selaku Konsul Kehormatan Republik Belarus di Surabaya (kiri) dalam acara di Surabaya.

BAHAS KERJA SAMA: Duta Besar Republik Belarus di Indonesia, H.E. Valery Kolsenik (dua dari kiri) bersama Darmawan Utomo selaku Konsul Kehormatan Republik Belarus di Surabaya (kiri) dalam acara di Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintahan Republik Belarusia mengajak kalangan pengusaha di Jawa Timur (Jatim) untuk menjalin kerja sama bisnis. Sebab banyak potensi bisnis yang bisa dikerjasamakan ke depan, mulai hasil tambang, pertanian maupun pendidikan.

Menurut Duta Besar Belarusia untuk Indonesia H.E  Valery Kolsenik, sebenarnya antara pemerintah Belarusia dan RI selama ini sudah menjalin kerja sama diplomatik dan perdagangan. Namun begitu masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal.

“Karena itu, lewat forum ini kami menawarkan kerja sama bisnis dengan pengusaha di Jatim. Kami melihat banyak potensi yang sebenarnya bisa dikerjasamakan ,” kata Valery di sela pertemuan dengan pengusaha di Surabaya.

Dikatakan Valery, selama ini perdagangan RI-Belarusia terus tumbuh. Pada tahun 2018, perdagangan antar kedua negara mencapai USD 257 juta. Dari jumlah tersebut, USD 227 juta merupakan ekspor Belarusia ke Indonesia. Sementara impor Belarusia dari Indonesia hanya USD 30 juta.

Barang-barang yang diekspor Belarusia ke Indonesia berupa pupuk, potasium, alat pertanian, olahan minyak, truk dengan kapasitas 50 – 450 ton. Sementara produk Indonesia yang masuk ke Belarusia berupa komoditas karet, kopi, kakao, komponen otomotif dan fiber optik.

“Kami berharap tahun ini, nilai perdagangan kami dengan Indonesia bisa lebih besar dari tahun lalu. Hingga semester pertama tahun ini, nilai perdagangan kami mencapai USD 116 juta,” tambah pria ramah ini.

Dia mengaku, dibanding dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, Indonesia sejauh ini masih nomer satu dalam perdagangan dengan Belarusia. Sebab itu, pihaknya berjanji akan memberikan banyak insentif pada pengusaha Indonesia yang menjalin kerja sama. “Kami akan berikan insentif tax impor yang lebih ringan dibanding negara lain,” tandasnya. 

Sementara itu, Konjen Kehormatan Belarusia di Indonesia Darmawan Utomo menambahkan, Jatim memiliki banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. Salah satunya adalah hasil laut terutama ikan. Kebutuhan ikan di Belarusia cukup tinggi namun tidak ada laut disana.

“Komoditas ikan mestinya bisa digarap maksimal. Karena laut kita sangat luas. Selain itu, produk spare part otomotif juga peluangnya besar selain hasil pertanian. Jadi masih banyak kesempatannya untuk pengusaha Jatim,” kata Darmawan Utomo.

Menanggapi tawaran tersebut, Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menyambut baik dan berterima kasih atas perhatiannya kepada pengusaha bisnis Jatim.

"Kami selalu berusaha mengembangkan pasar ekspor untuk berbagai produk industri, produk usaha kecil dan menengah di Jatim ke berbagai negara. Dengan kunjungan Duta Besar Belarus ini, kami berharap hubungan perdagangan ini dapat meningkatkan neraca perdagangan antara Provinsi Jatim dan Belarus sehingga bisa seimbang," ujarnya. (cin/nur) 

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia