Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Surabaya Market Potensial Developer Australia

14 Agustus 2019, 18: 10: 42 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Indonesia termasuk Surabaya masih menjadi market yang potensial bagi developer asing, khsusnya dari Australia. Selain karena banyak warga Indonesia yang studi di sana, juga banyak yang membeli untuk investasi jangka panjang.

Menurut GM Strategic & Corporate Communication Crown Group Indonesia Bagus Sukmana, sampai saat ini Indonesia termasuk Surabaya menjadi market paling potensial untuk produk-produk properti, khususnya aprtemen di Australia. Karena itu pihaknya juga aktif menggarap market Surabaya setiap ada produk baru. “Indonesia sangat penting bagi kami. Karena banyak pembeli properti kami di Australia yang datang dari Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya,” kata Bagus di Surabaya.

Dikatakan Bagus, selama ini investor dari Indonesia sekitar 15 persen dari total pembeli apartemen yang dikembangkan Crown Group di beberapa kota di Australia, seperti Sidney dan Brisbane. Namun khusus untuk produk terbaru, apartemen Mastery, turun jadi 10 persen saja.

“Dua proyek kami yang terbaru Arc dan Mastery. Yang Arc sudah habis. Sedangkan Mastery kami mencatat transaksi Rp 400 miliar dalam beberapa jam saja. Pembelinya dari banyak negara seperti Jepang, Hongkong, Singapura, Jakarta dan Surabaya,” tambahnya. 

Banyak alasan mengapa investor asal Indonesia, termasuk Surabaya tertarik membeli apartemen di Australia. Selain untuk keperluan anaknya yang studi di sana, juga banyak yang beli untuk investasi jangka panjang.

Pasalnya, suku bunga kredit pemilikan apartemen (KPA) di Australia jauh lebih murah dibanding Indonesia, yakni hanya 1,5 – 2,5 persen saja per tahun. Itupun jangka waktunya bisa hingga 20 tahun. Sehingga kalau disewakan dari hasil sewa saja cukup untuk mencicil KPA-nya.

“Mayoritas yang beli untuk keperluan anaknya kuliah disana. Daripada sewa apartemen, lebih efisien kalau membeli. Nanti kalau anaknya sudah lulus bisa dijual lagi. Apalagi selama 10 tahun pertama pembeli hanya membayar bunganya saja,” tandasnya.

Terkait rencana pengembangan proyek Crown Group tahun ini, dia mengaku cukup banyak dengan kapitalisasi sekitar Rp 50 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar Rp 10 triliun digunakan mengembangkan proyeknya di Jakarta, yakni di Ancol dan Sentul hingga delapan tahun kedepan. (fix/nur)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia