Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sosok Wali Kota Baru Harus Jadi Motivator Warga

14 Agustus 2019, 17: 01: 22 WIB | editor : Wijayanto

DISKUSI WALI KOTA: Sejumlah akademisi Unair berdiskusi tentang Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 di Graha Pena Surabaya, Selasa (13/8).

DISKUSI WALI KOTA: Sejumlah akademisi Unair berdiskusi tentang Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 di Graha Pena Surabaya, Selasa (13/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya masih setahun lagi, tepatnya September 2020, wacana seputar calon pengganti Wali Kota Tri Rismaharini sudah bergulir di masyarakat.

Belasan akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) ikut urun rembuk tentang sosok wali kota yang baru. Juga membahas isu-isu kota seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, budaya, sosial, hingga hukum.

Dalam diskusi yang diselanggarakan Jawa Pos di Graha Pena, Jalan Ahmad Yani 88 Surabaya itu, pakar komunikasi dari Unair, Suko Widodo, mengatakan, Surabaya sebagai Kota Pahlawan, mempunyai nilai historis dan identitas yang perlu dijaga. "Bu Risma telah meletakkan dasar infrastruktur fisik yang cukup memadai. Maka, perlu tranformasi pada proses sosial," katanya.

Suko menambahkan, pemimpin Kota Surabaya ke depan harus mempunyai kapasitas komunikasi publik, Sang wali kota harus menjadi komunikator, motivator, dan motor. "Ada saatnya pemimpin itu di depan, kemudian di tengah-tengah, dan di belakang untuk mendorong masyarakatnya. Yang perlu digarap ke depannya adalah manusianya. Wali kota harus mendidik warganya," ungkapnya.

Di sisi lain, menurut Suko, saat ini semangat solidaritas masyarakat Surabaya cenderung memudar. Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah (PR) wali kota yang baru. Sang wali kota perlu memaksimalkan lembaga-lembaga sosial untuk mengembalikan semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat.

"PKK, takmir masjid, organisasi kemasyarakat, dan sebagainya perlu digerakkan agar bisa menjadi mobilisator bagi masyarakat," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia