Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Dua Oknum LSM Pemeras Pejabat Gresik Ditetapkan Tersangka

14 Agustus 2019, 13: 02: 10 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Kedua oknum LSM Lipan saat di ekspos oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro di dampingi Kasatreskrim AKP Andaru Rahutomo.

TERSANGKA: Kedua oknum LSM Lipan saat di ekspos oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro di dampingi Kasatreskrim AKP Andaru Rahutomo. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dua anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lipan, M. Pandjaitan warga Perum Mutiara Citra Graha 1 No 5 Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, dan Djonshon warga Perum Sidokare Indah Blok R No 12, Sidoarjo, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap pejabat Pemkab Gresik. Keduanya kini harus mendekam di penjara.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan kronologi bermula saat kedua tersangka mengirimkan surat permintaan klarifikasi kegiatan tahun 2018 kepada Kepala Bagian Umum Setda Gresik, Sukardi, Kamis (8/8) bulan lalu.

Surat tersebut kemudian dibalas oleh Bagian Umum dan mereka juga menghubungi kontak yang tertera di surat berkop LSM Lipan yang diketuai oleh pelaku M. Pandjaitan.

Setelah melakukan komunikasi melalui telepon, pelaku kemudian bertemu dengan staf bagian umum untuk menerima surat balasan.

“Tapi dalam pertemuan tersebut pelaku M Pandjaitan ingin berkoordinasi langsung dengan Kabag Umum Sukardi," kata Kapolres saat rilis di halaman Mapolres Gresik.

Dari hasil komunikasi dengan Kabag Umum, pelaku meminta uang sebesar Rp 50 juta. Kalau menolak pelaku mengancam akan mengkoordinasikan dengan pihak Kejati Jatim.

Akhirnya, keduanya sepakat bertemu untuk serah terima uang. “Pelaku kemudian diamankan tim saber pungli saat berada di lokasi,” ungkap dia. 

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya uang Rp 5.000.000, dua unit HP milik tersangka.

"Keduanya dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, dan ditetapkan sebagai tersangka," jelas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia