Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

2 Tahun Gaji Tak Dibayar, Pemain Persegres Gugat Manajemen

14 Agustus 2019, 05: 27: 37 WIB | editor : Wijayanto

DISIDANGKAN: Mantan pemain Pesegres didampingi APPI saat sidang di PN Gresik.

DISIDANGKAN: Mantan pemain Pesegres didampingi APPI saat sidang di PN Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kabar Persegres lama tak terdengar. Kali ini, muncul lagi. Namun, bukan soal pertandingan sepak bola, melainkan gugatan pemain soal tunggakan gaji yang belum dibayar saat mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2017 lalu.

Gugatan pemain Persegres ke manajemen PT Persegres Jaka Samudra ini dilayangkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia, atau APPI melakukan mediator dalam kasus tersebut.

Sidang PHI yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Silvya Terry di ruang sidang Chandra Pengadilan Negeri (PN) Gresik, berlangsung kurang dari 30 menit.

Dalam sidang tersebut, hadir juga kuasa hukum APPI yakni, Jannes H.Silitonga dan Aprianto Hutomo. Selain kuasa hukum. Hadir pula perwakilan pemain David Faristian serta Ketua Supporter Ultrasmania H.Thoriqi Fajrin. 

Sayangnya sidang gugatan itu tidak dihadiri manajemen PT Persegres Jaka Samudra. Padahal, pihak APPI sudah melayangkan surat pemberitahuan menghadiri sidang perdana PHI.

“Berkas administrasi gugatan APPI ke manajemen Persegres sudah lengkap. Namun, pihak yang tergugat PT Persegres Jaka Samudra tidak hadir. Sehingga, sidang ditunda Selasa depan," ujar Silvya Terry.

Terkait dengan gugatan ini, kuasa hukum APPI Jannes H.Silitonga mengatakan, gugatan tunggakan gaji pemain ke manajemen PT Persegres Jaka Samudra sebesar Rp 458 juta dari 22 pemain.

Dari jumlah itu, versi manajemen malah mengakui menunggak gaji pemain sebesar Rp 800 juta.

"Saat kami konfirmasi manajemen memang masih menunggak gaji pemain, dan mengakui belum ada duit buat membayar gaji pemain yang tertunggak," katanya.

Jannes menjelaskan, sebelum mengajukan gugatan ke PHI. APPI terlebih dulu sudah mendatangi ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik untuk minta saran. Namun, atas saran Disnaker setempat karena pemain sepak bola masuk kategori hobi, dan bukan pekerja padat karya, disarankan mengajukan gugatan ke PHI sebelum laporan APPI diajukan ke pengadilan.

Pihak manajemen Persegres, semula berjanji segera menyelesaikan hal ini. Tapi, tahun 2018 saat terdegradasi ke Liga 2, manajemen belum menyelesaikan tunggakan gaji pemain.

"Sebelumnya ada tanggapan sekali dari manajemen Persegres. Tapi, setelah itu tidak ada tindak lanjutnya hingga sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan pemain Persegres David Faristian mengaku dua bulan tunggakan gaji belum dibayar manajemen PT Persegres Jaka Samudra terhadap 22 pemain minus pemain asing.

"Semula ada komunikasi antara pemain dengan manajemem. Malahan, kami disuruh menunggu. Setelah lama menunggu dan tidak ada kepastian pemain akhirnya mengadu ke APPI," pungkasnya.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia