Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Koplo, Pakai Narkoba Biar Tenang Lihat Istri Digoda Lelaki Lain

14 Agustus 2019, 04: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin, 28, sudah kecewa puol dengan suaminya, Donwori, 36. Sudah tiga kali ini suaminya keluar masuk kantor polisi karena masalah narkoba. Dengan alasan tidak masuk akal pula. Untuk yang terakhir ini, tiada ampun untuk Donwori. Wes penak-penakno ae ndekem nok penjara, Cak.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Katanya, kalau sudah kecanduan narkoba, susah sekali berhentinya. Benar juga. Seperti Donwori ini, yang katanya kapok keluar masuk penjara gara-gara narkoba. Eh rupanya cuma kapok lombok. Diulang-lagi, diulang lagi.

Seperti pertengahan tahun lalu, ia kena tangkap polisi lagi akibat narkoba. Sejak saat itu pula Karin ogah menjenguk, apalagi kirim ini itu. Ia biarkan saja. Cek Donwori kapok, kalau kata Karin. Ia sudah kadung kecewa bin malu punya suami pecandu. Ia datang cuma sekali, tepat bulan kemarin. Membawa surat gugatan. Karin tak tahan menahan malu akibat kelakuan Donwori yang menurutnya kekanakkan itu.

Masalahnya,  alasan Donwori memakai narkoba ini kurang bisa dinalar akal sehat. Berkali-kali ditanya, alasannya makai selalu sama. Narkoba adalah obat penenangnya. Bukan karena Donwori kena kejar target atau masalah berat apa. Tapi, karena  perasaannya selalu cemas. Melihat istrinya yang memang cantik, digodai banyak laki-laki.

Meski tak bisa dinalar, kejadian ini nyata adanya.  Karin sendiri dibuat jengkel dengan jalan pikiran suaminya. Padahal selama ini, ia juga tidak pernah tergoda dengan laki-laki yang menggodanya. Malah godaan-godaan itu ia jadikan senjata untuk menaikkan pelanggan. “Lah memang marung, modalku ya macak dan jualan. Masalah digudoi kan biasa. Sing penting pelanggan ada terus,” ujarnya.

Namun rupanya, suaminya yang pendiam itu memendam rasa tak terima. Sayangnya tidak disampaikan langsung kepada istrinya. Malah diredam dengan minum pil setan. ”Aku tahune ya pas ketangkep kedua setelah menikah itu, Mbak. Jare alasanne sebel aku digudoi tapi gak iso opo-opo soale penghasilan ya dari dagangan,” imbuhnya.

Namun bagi Karin, itu hanya akal-akalan Donwori saja untuk kembali pada kecanduan. Wong sebenarnya Karin juga sudah meyakinkan Donwori juga kalau gak bakalan aneh-aneh. Namun, suaminya panggah balik dan balik lagi ke jurang yang sama. Ya wassalam saja cintanya.

Karin bukannya istri yang tega, yang apatis melihat suaminya terpuruk. Malah sebenarnya ia sudah terlalu sabar menghadapi Donwori. Kalau tidak, mana mau ia dinikahi Donwori yang sudah pecandu sejak zaman pacaran.

“Karena dia memohon mau berhenti, ya wes aku mau saja mengalah. Tapi buktine diulangi maneh, diulangi maneh. Gak iling umur. Gak iling tanggung jawab,” cerita Karin kesal di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Senin (12/8). (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia