Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Permintaan Tumbuh, Bisnis Gedung Perkantoran Kian Booming

13 Agustus 2019, 17: 13: 24 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Deretan bangunan perkantoran di pusat kota Surabaya. Seiring meningkatnya bisnis rintisan dan UMKM, serta banyaknya perusahaan yang berekspansi, permintaan ruang kantor pun turut naik.

MENINGKAT: Deretan bangunan perkantoran di pusat kota Surabaya. Seiring meningkatnya bisnis rintisan dan UMKM, serta banyaknya perusahaan yang berekspansi, permintaan ruang kantor pun turut naik. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Keberadaan ruang kerja fleksibel diyakini bakal memenuhi kebutuhan ruang kerja bagi perusahaan ekspansi maupun pengusaha rintisan atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sejalan dengan hal tersebut, penyedia solusi ruang kerja fleksibel, Regus membuka ruang kantor sewa yang kedua di Surabaya dengan menargetkan tingkat okupansi bisa mencapai 80 persen.

Country Head International Workplace Group (IWG) Regus for Indonesia, Malaysia and Brunei Vijayakumar Tangarasan mengatakan, pihaknya meyakini okupansi gedung perkantoran masih akan terus bertumbuh, bahkan di Jakarta maupun Surabaya. Karena kedua kota tersebut merupakan pusat perkembangan bisnis.

Bahkan menurutnya, kebutuhan ruang kerja yang fleksibel diyakini masih diminati lantaran sangat efisien dan tidak membutuhkan modal yang besar bagi pengusaha yang mau menjalankan bisnis.

"Menyewa ruang di sini sangat fleksibel, bisa satu bulan tiga bulan, atau kontrak satu tahun menyesuaikan kebutuhan orang tersebut. Penyewa tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk membangun kantor hanya untuk sebuah proyek di Surabaya," terangnya di Surabaya, kemarin.

Adapun Regus di Pakuwon Center Surabaya ini memiliki luas 1.800 meter persegi, yang terdiri dari 71 kantor, 2 ruang pertemuan, dan 314 stasiun kerja. Sebelumnya, Regus sudah memiliki ruang kerja fleksibel di gedung Sinarmas Surabaya Jalan Pemuda yang saat ini rata-rata okupansinya sekitar 60 persen.

Selain itu, di kota lain ada di Jakarta, Serpong, Bali, Balikpapan, Makassar, Bandung dan Medan. "Kantor di Pakuwon Center ini merupakan tambahan ruang kerja yang ke-21 yang dioperasikan oleh Regus di Indonesia. Sampai akhir tahun kami masih ingin berekspansi ke beberapa kota," imbuh Vijayakumar.

Sales Director Regus Indonesia Anton Puspo menambahkan, keuntungan lain yang bisa diperoleh penyewa ruang kerja ini adalah adanya konektivitas dengan penyewa lain yang berpotensi menjadi partner bisnis bahkan calon klien.

"Perusahaan-perusahaan yang akan menyewa juga akan mendapatkan manfaat dari jangkauan global kami untuk membantu ekspansi mereka lebih lanjut. Regus sendiri memiliki 3.000 jaringan global yang mencakup 120 negara," imbuhnya.

Terpisah, Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan, pasokan gedung perkantoran baru dalam tiga tahun ke depan diperkirakan melejit sampai dua kali lipat.

Setidaknya ada 10 gedung perkantoran baru yang akan beroperasi pada 2022. "Proyeksi pasokan baru sampai 2022 mencapai 192.697 meter persegi untuk perkantoran sewa, dan 106.507 meter persegi untuk perkantoran jual," ujarnya.

Menurutnya, saat ini pengembang lebih mengutamakan komitmen sewa terlebih dahulu sebelum memulai konstruksi agar tingkat huniannya tercapai. Selain itu, konsep pengembangan gedung perkantoran saat ini cenderung memastikan captive market dari grup perusahaan setidaknya 60 persen dari total luas gedung. "Sedangkan 40 persen nya untuk disewakan ke pihak luar sehingga pengembang tersebut punya posisi tawar yang kuat," katanya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia