Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nyamar Jadi Pembeli, Tiga Pengedar Pil LL Diringkus di Warkop

13 Agustus 2019, 17: 11: 26 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Ambar Suro Budi Pamungkas dan Rachmat.

TERSANGKA: Ambar Suro Budi Pamungkas dan Rachmat. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Ambar Suro Budi Pamungkas, 22, tak berkutik diringkus polisi. Pemuda asal Jalan Keputih Tegal Gang IV, Surabaya itu terbukti menjadi pengedar pil LL.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menangkap dua orang pelaku lain yang masih satu jaringan. Mereka, Rochmat, 36, warga Jalan Nginden Gang IV, dan M Imaduddin Sugeng, 21, warga Jalan Semolowaru, Surabaya. 

Menurut informasi, pertama kali yang ditangkap adalah Ambar. Dia ditangkap di warung kopi (warkop) Jalan Putro Agung 24 B, Surabaya.Awalnya saat itu polisi menerima informasi, jika pelaku sering melakukan transaksi warkop tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, polisi yang berpakaian preman menyamar menjadi pengunjung warkop. Tak berselang lama kemudian, datang dua pelaku yang berbisik-bisik mencurigakan. Sugeng saat itu berdekatan dengan Ambar. Dia hendak menyerahkan barang haram itu ke Ambar. 

Modusnya, pil dimasukkam ke dalam bungkus rokok. Polisi yang mengetahui hal itu lalu menangkap tersangka. Kemudian menyuruh tersangka untuk membuka bungkus rokok secara paksa. 

"Setelah terbuka di dalamnya berisi 20 plastik kecil, masing-masing berisi 10 butir pil ll," kata Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurtjahjo Senin (12/8). 

Tak puas hanya mendapatkan barang bukti itu, keduanya lalu dikeler ke rumah masing-masing. Singkat cerita, dari rumah Ambar polisi kembali menemukan 15 plastik kecil masing-masing berisi 10 putir pil ll. 

Setelah diinterogasi, tersangka Sugeng mengaku mendapatkan barang dari Rochmat. Kemudian polisi memanfaatkan Sugeng untuk menangkap Rochmat. "Rochmat kami bekuk di Ruko Wisma Gunung," tegasnya. 

Dari tangan Rochmat, polisi menemukan barang bukti 263 butir pil ll yang siap edar. Pil tersebut dimasukkan dalam bungkus rokok ditaruh di jok motor. "Ketiganya ini sebagai pengedar. Nah terkait pemasok masi dikembangkan," tandasnya.(rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia