Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Korban Dugaan Pelecahan Oknum Ojol Mengadu ke Polrestabes

13 Agustus 2019, 17: 02: 51 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - BF, perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan oleh oknum ojek online (ojol) mengadu ke Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin dinihari (12/8). Polisi saat ini masih mendalami pengaduan itu.

Sebab dari keterangan korban, polisi belum bisa menentukan unsur pasal atas peristiwa itu. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan kasus tersebut rencananya akan didisposisikan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Pihaknya ingin mendalami kasus itu terlebih dahulu. Sebab berdasarkan keterangan korban, pelaku hanya mengusap paha korban sekali. “Itupun dalam kondisi motor masih berjalan. Untuk itu kami masih dalami unsur pasalnya,” ungkap Sudamiran.

Karena sifatnya pengaduan, upaya paksa tak bisa dilakukan polisi terhadap ojol yang diketahui bernama FF. Penyidik nantinya hanya bisa mengundang terduga pelaku untuk memberikan keterangan atau klarifikasi.  

Untuk diketahui, BF mengaku menjadi korban pelecehan saat ia dalam perjalanan dari Bungurasih ke rumahnya di Jalan Dukuh Kupang. Dia memesan ojol. Setelah itu, orderan diterima oleh ojol atas nama FF. Kemudian perempuan asal Malang itu dibonceng.

Korban ketika itu dibawa melalui jalanan sepi di daerah Sumur Welut, Lakarsantri. Saat itulah, ia merasa ojol tersebut melakukan pelecehan. Pahanya dipegang oleh pelaku. Karena khawatir, korban pun melompat dari motor. “Setelah itu korban ditolong warga,” imbuh Sudamiran.  (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia