Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Warga Medaeng Tuntut Kejelasan TKD, Dana Kompensasi Belum Jelas

13 Agustus 2019, 16: 42: 28 WIB | editor : Wijayanto

SUARA RAKYAT: Sulaji, memimpin orasi di atas mobil komando.

SUARA RAKYAT: Sulaji, memimpin orasi di atas mobil komando. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Puluhan warga Desa Medaeng mendatangi kantor Desa Medaeng, Senin (12/8) siang. Mereka berdemonstrasi meminta kejelasan dana kompensasi Tanah Kas Desa (TKD) yang dikelola pemerintah desa.

Massa yang juga membawa mobil komando itu sempat berorasi keliling kampong. Selepas itu, mereka berkumpul di Kantor Desa untuk menyampaikan aspirasinya. Pimpinan massa Sulaji mengatakan, Medaeng punya banyak TKD namun disewakan ke pihak yang tidak jelas. “Mana bukti uang sewa dan kompensasinya. Kita ingin Medaeng bersih dari korupsi,” katanya.

Sulaji mengungkapkan, siang itu pihaknya sengaja menggerakkan massa karena memang untuk meminta kejelasan kompensasi TKD. Dia menyebutkan bahwa salah satu TKD di Medaeng disewakan untuk dibangun tower salah satu provider. Dari pembangunan itu lah, uang kompensasi akan mengalir ke desa.

Lalu, pihak pemerintah desa mengutarakan jika uang kompensasi dari penyewaan TKD itu akan dialokasikan untuk kepentingan bersama. Yaitu pembangunan pendopo dan dibagi untuk pembangunan masjid dan musala se-Desa Medaeng.“Selama ini belum ada bukti, kami ingin kompensasi segera diberikan,” terang Sulaji.

Sulaji juga menegaskan jika pihaknya bersama warga Medaeng akan terus melakukan pengawasan. Apabila kompensasi TKD tak kunjung terealisasi, maka dia akan kembali menggelar demonstrasi dengan massa yang lebih banyak.

Tak lama berorasi, perwakilan dari massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Medaeng (Geram) itu diterima masuk oleh Abdul Zuri, Kepala Desa Medaeng. Proses mediasi juga beralangsung lama. Dua jam lebih perwakilan massa baru keluar dari pertemuan di Aula Kantor Desa.

Sementara itu, Kepala Desa Medaeng Abdul Zuri mengungkapkan jika selama ini pihaknya telah cukup terbuka terkait proses pengelolaan dana kompensasi TKD. Semua persoalan TKD sudah dipaparkan dalam musyawarah desa (Musdes). Selain itu juga sudah banyak perwakilan warga yang hadir mulai dari ketua RT hingga tokoh masyarakat. “Memang tidak semua warga hadir, hanya perwakilan. Karena tidak muat jika semua hadir,” terangnya.

Zuri juga mebeberkan, dana kompensasi TKD dari sewa  tower salah satu provider memang baru turun pada tanggal 8 Agustus 2019 lalu. Itupun masih terkendala administrasi pencairan di Bank. “Kalau sudah cair pasti akan dialokasikan. Uangnya Rp 275 juta akan digunakan untuk pembangunan pendopo dan masjid musala se-Medaeng,” pungkas Abdul Zuri. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia