Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
TAati Kemenpan RB

Pemkab Sidoarjo Kurangi Usulan CPNS dari 3.223 Jadi 825 Formasi

13 Agustus 2019, 16: 34: 41 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi CPNS

Ilustrasi CPNS (DOK/JPNN)

Share this      

SIDOARJO - Usulan formasi CPNS yang diajukan Pemkab Sidoarjo berkurang. Tahun ini pemkab hanya mengajukan 825 formasi. Perubahan itu dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ridho Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan formasi CPNS pada Juni lalu. Dalam usulan tersebut, jumlahnya mencapai 3.223 formasi. Rinciannya, 600 CPNS yang terdiri dari tenaga kesehatan, pendidikan, teknis. Sisanya, 2.623 untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). 

Pemerintah pusat sudah menelaah pengajuan formasi tersebut. Hasilnya, Kemenpan menilai permintaan yang diajukan terlalu banyak. Pemkab pun diminta mengurangi usulan. "Hanya mendapatkan 825 formasi," ucapnya.  

Dia menjelaskan, pemerintah memang membatasi pengajuan CPNS dari daerah. Tujuannya agar setiap daerah mendapatkan formasi yang setara.  Total kuota CPNS untuk seluruh kabupaten/kota mencapai 207.748 formasi. 

Langkah selanjutnya adalah pemerintah kembali melakukan telaah. Tujuannya menentukan kuota CPNS setiap daerah. Setelah itu kuota diumumkan.

Dia memperkirakan kuota itu disampaikan dalam waktu dekat. Sebelum Oktober. Pasalnya seleksi CPNS dimulai dua bulan lagi. 

Usulan CPNS kota delta memang besar. Pasalnya pemkab kekurangan pegawai. Hal itu disebabkan sejak 2012, pemerintah menerapkan kebijakan moratorium CPNS. Daerah dilarang membuka penerimaan pegawai.

Memang tahun lalu pemerintah menggelar CPNS. Sayangnya kuota yang didapatkan Sidoarjo tidak sesuai kebutuhan. Lantaran hanya mendapatkan 473 formasi. Tidak sebanding dengan kebutuhan. 

Menurut Ridho kebutuhan PNS di Sidoarjo selalu bertambah. Pasalnya setiap tahun ada pegawai yang pensiun. Rata-rata jumlahnya mencapai 500 orang. "Mayoritas karena usia," ujarnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia