Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tandon Lumpur Jebol Tewaskan Pekerja, Bos Kontraktor PT SSU Diperiksa

13 Agustus 2019, 15: 06: 51 WIB | editor : Wijayanto

PERIKSA: Polisi melakukan pemeriksaan di kawasan yang terendam lumpur di Jalan Sukomanunggal, Surabaya.

PERIKSA: Polisi melakukan pemeriksaan di kawasan yang terendam lumpur di Jalan Sukomanunggal, Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kasus jebolnya tandon lumpur yang menewaskan Imam Syafi’i resmi ditangani penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penyidik sudah memeriksa enam saksi, Senin (12/8).

Salah satunya yang dimintai keterangan adalah bos kontraktor PT Sinar Suri. Dia diperiksa terkait pelaksanaan proyek pembanguan gedung bertingkat di kawasan Sukomanunggal, Surabaya, tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, secara resmi penanganan kasus tersebut sudah diserahkan dari Polsek ke Satreskrim. Saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut termasuk memeriksa saksi-saksi. “Pemilik kontraktor juga sudah kami periksa hari ini (kemarin, Red),” ungkap Sudamiran.

Selain bos proyek, polisi juga sudah memeriksa lima saksi lain. Mereka adalah orang-orang yang ada di sekitar lokasi. Kasus ini akan terus didalami hingga mencari siapa yang bertanggung jawab. Namun, untuk sementara, kasus ini merupakan kecelakaan kerja. “Masih laka kerja. Untuk pasal lain seperti kelalaian masih kami dalami,” tegasnya.

Mantan Kasatresnarkoba Polwiltabes Surabaya ini juga mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil labfor dari Polda Jatim. Tim sudah datang ke lokasi dan mengambil sejumlah sampel. Mulai dari struktur bangunan bendungan lumpur hingga lumpur tersebut.

“Nantinya hasil labfor itu akan kami jadikan sebagai salah satu pijakan untuk menerapkan pasal yang akan diterapkan dalam peristiwa itu. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” tandasnya.

Selain itu, izin bangunan juga menjadi salah satu pokok pemeriksaan saksi-saksi. Meski demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan kasus ini lebih jauh. Apalagi terkait penetapan tersangka dalam kasus ini. “Tunggu penyidik masih bekerja,” pungkas Sudamiran.

Sampai berita ini diturunkan masih belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dari PT Sinar Suri. Seperti diberitakan, Imam Safi’i tewas setelah tertimbun lumpur dari proyek PT Sinar Suri di Jalan Sukomanunggal 168, Surabaya.

Jenazah Imam Safi’i akhirnya ditemukan setelah 24 jam pencarian, Minggu (11/8). Imam merupakan karyawan PT Ardiles yang saat itu sedang cuci tangan. Ketika tandon jebol, dia tak sempat melarikan diri. Sedangkan dua orang lain selamat. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia