Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Jadi Ketua Kebudayaan PDIP

13 Agustus 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dok)

Share this      

SURABAYA - Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masuk dalam susunan struktur dan personalia Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai Ketua Bidang Kebudayaan.

Menanggapi hal tersebut, Risma tak banyak berkomentar. Sebab, ia baru saja mengetahui hal tersebut dari awak media kalau ia telah terpilih sebagai Ketua Kebudayaan di PDIP. “Ya nanti lah ya, tak coba dulu. Karena aku kan belum pernah ikut menjadi pengurus partai, ini kan tanggung jawab. Soalnya aku juga baru tahu ini tadi,” jelas Risma saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (10/8). 

Sebelumnya, Risma adalah seorang birokrat yang diusung oleh partai PDIP sebagai wali kota. Saat ditanya mengenai strategi khusus menjadi ketua kebudayaan di partai yang menaunginya saat ini pun juga belum ada persiapan sama sekali. “Lah iyo itu wong sik mempelajari kok (lah itu saya masih memepelajari), strategi opo sik durung kok (strategi apa, masih belum ada),” ujar Risma pada awak media. 

Di mata Risma, PDIP selama ini adalah partai yang membuatnya begitu nyaman untuk belajar, selain di pemerintahan maupun dalam internal partai itu sendiri. Sebab, PDIP menurutnya adalah sebuah partai yang merakyat dan tidak pernah membicarakan soal uang. 

Selain itu, satu lagi yang membuat dirinya nyaman dengan partai berlambang banteng itu adalah soal ideologinya. “Terus terang, aku bisa mengamalkan apa yang menjadi nasihat untuk saya dari orang tua ku ya di PDIP ini. Karena aku sejak kecil sudah diajarkan orang tua untuk peduli dengan sesama manusia, terutama dengan rakyat kecil,” tuturnya.

Alasan itu lah yang membuat wali kota perempuan pertama di Surabaya ini bertahan di PDIP. Di dalam PDIP, Risma juga sering belajar mengenai tata kota dan permasalah pemerintahan yang ia emban selama hampir 10 tahun ini. 

Contohnya, saat belajar mengatasi penanggulangan bencana, ia berkonsultasi soal itu kepada Pimpinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Hasil dari konsultasi tersebut, ia terapkan di Kota Surabaya. Salah satunya adalah pemisahan antara bencana basah dan bencana kering. “Iya aku diajari sama Ibu (Megawati, Red), sering kok belajar manajemen bencana itu bagaimana. Aku diajari sama beliaunya,” tuturnya.

Amanah yang diberikan oleh PDIP kepada Risma, ia mengaku tak menyiapkan jurus khusus untuk menjadi maksimal. Tapi hanya dengan cara mengalir mengikuti apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai ketua atau pimpinan. “Iya Cuma gitu aja ngalir aja, enggak harus gini, harus gitu. Enggak, kalau ada masalah atau apa gitu selalu aku tanya ke Ibu (Megawati, Red). Jadi banyak sekali pelajaran yang saya dapat dengan beliau, macem-macem ilmunya,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia