Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pilwali Surabaya 2020, Saatnya Anak Muda Ambil Peran

12 Agustus 2019, 18: 27: 26 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Muda Mudi Demokrat Bayu Airlangga

Ketua Muda Mudi Demokrat Bayu Airlangga (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Arah dukungan Partai Demokrat di Pilwali Surabaya 2020 dinanti sejumlah pihak, meskipun hanya memiliki empat kursi DPRD Surabaya sehingga tidak bisa mengusung calon sendiri, Partai Demokrat dinilai tetap dapat mengusulkan calon potensial.

Partai Demokrat secara resmi memang belum mengeluarkan pernyataan tentang Pilwali 2020 tapi Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur, sebagai organisasi sayap pemuda mendukung penuh kaderisasi anak muda untuk memimpin daerah sebesar Kota Surabaya di Pilwali Surabaya 2020. Komunitas yang mewadahi para pemuda pendukung Partai Demokrat ini menilai anak muda memiliki peluang yang sama untuk memimpin Ibukota Jawa Timur tersebut.

Ketua Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur, Bayu Airlangga, menjelaskan bahwa Surabaya memiliki pemikiran yang terbuka. Terbukti, dengan adanya kepemimpinan lintas latar belakang dari politisi senior sekelas Bambang DH (2002-2005, dan 2005-2010), hingga seorang ibu seperti Tri Rismaharini yang sukses memimpin Surabaya juga dua periode berturut-turut (2010-2015 dan 2015-2020).

”Bapak-bapak sudah. Ibu-Ibu juga sudah. Sekarang giliran anak muda yang seharusnya memimpin di Pilwali Surabaya 2020 mendatang,” kata Bayu, Minggu (11/8). Saat ini, banyak anak muda yang sukses membuat gebrakan di berbagai bidang. Di antaranya di bidang wirausaha (enterpreneur), sosial, hingga kebudayaan.

Misalnya saja, berbagai marketplace yang juga dibesarkan oleh anak muda Indonesia dan kini memiliki nilai valuasi yang mencapai di atas USD 1 miliar (Unicorn).

”Anak muda punya cara sendiri untuk berkarya. Pemikiran dan ide anak muda akan menjadi luar biasa kalau bisa masuk diaplikasikan di politik,” ujarnya.  Tak hanya itu, di Jawa Timur juga ada beberapa tokoh muda yang sukses meraih berbagai jabatan.

Di antaranya Emil Elestianto Dardak yang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim di usia 35 tahun.

Kemudian, M Nur Arifin yang kini menjabat Bupati Trenggalek di usia 28 tahun. Serta, beberapa politisi yang sukses meraih kursi legislatif. Beberapa hal tersebut bisa dilakukan andai ada fasilitasi kepada anak muda.

”Muda-Mudi Demokrat sampai hari ini belum punya calon namun  kami mendukung siapa pun tokoh muda yang berani mencalonkan diri,” kata Anggota DPRD Jatim terpilih dari Partai Demokrat ini. Sementara itu, pengamat politik Lutfil Hakim menilai tokoh muda yang mungkin running di Pilwali Surabaya haruslah anak muda yang benar-benar memiliki jejak prestasi. Bukan hanya modal ketenaran karena background orang tuanya atau sukses di dunia bisnis.

"Kita jangan terjebak dengan situasi dan kondisi milenial sekarang ini. Artinya kalau memang ada anak muda yang running Pilwali Surabaya atau Pilkada di kota lainnya, jejak prestasinya harus jelas. Mereka harus punya sesuatu yang sudah dilakukan terhadap masyarakat secara umum. Karena bisa jadi anak muda itu sukses di bidang bisnis, tapi belum tentu bisa sukses di pemerintahan," tegas alumnus Universitas Jember yang sekarang menjadi Wakil Ketua PWI Jatim ini.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia