Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pangdam Izinkan, Benteng Kedung Cowek Bakal Jadi Destinasi Wisata

12 Agustus 2019, 17: 34: 24 WIB | editor : Wijayanto

BERSEJARAH: Sejumlah aktivis penggiat sejarah berada tak jauh di lokasi Benteng Kedung Cowek di pesisir pantai Surabaya.

BERSEJARAH: Sejumlah aktivis penggiat sejarah berada tak jauh di lokasi Benteng Kedung Cowek di pesisir pantai Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana menjadikan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya. Risma juga berkoordinasi lagi dengan Pangdam V Brawijaya untuk memanfaatkan bangunan bersejarah itu.

Risma mengatakan, benteng seluas tujuh hektare tersebut bakal dikemas sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang terhubung dengan cable car. “Nanti mekanismenya gak tau, kerja sama dengan Pangdam atau kita perbaiki, lalu kita kembalikan ke Kodam, atau dikelola secara bersama-sama dengan pemkot,” kata Risma, Minggu (11/8).

Pemkot masih melakukan penetapan benteng tersebut menjadi bangunan cagar budaya terlebih dahulu. Setelah ditetapkan, pemkot akan merancang mekanisme tata kelolanya. “Dari Kodam siap, daripada rusak bangunannya. Itu tempat penyimpanan amunisi. Masih diungsikan dulu amunisinya. Tapi sebagian besar sudah diungsikan,” jelas Risma.

Mengenai konsep wisata terintegrasi tersebut, menurut dia, nantinya ada cable car dari arah timur Jembatan Suramadu hingga melewati kawasan Benteng Kedung Cowek. Setelah itu, cable car melintasi kawasan Taman Suroboyo sampai Jembatan Suroboyo.

“Cable car-nya tahun ini. Mudah-mudahan November 2019 nanti sudah bisa diresmikan. Tapi belum sampai ke lapangan tembak situ, karena masih ada beberapa lahan yang kita butuh kerja sama dengan pihak swasta,” ungkapnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menjelaskan, potensi wisata di Kota Surabaya sangat banyak. Masih ada beberapa destinasi yang belum terdeteksi. Risma mencontohkan kawasan Peneleh. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diminta menggali lebih dalam lagi potensi wisata di Peneleh.

“Itu terus kita gali, lagi dipelajari, itu tulang-tulangnya yang ada di situ. Masih butuh waktu untuk menelitinya. Kota Surabaya ini kota tua beneran,” ujarnya.

Selain di Peneleh, pemkot juga menemukan tali tampar kapal kuno yang terpendam di Jalan Karet. Karena itu, Risma ingin potensi wisata kota tua ini bisa terus digali agar beberapa peninggalan kuno bisa terkuak dan dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah.

“Ya, memang agak lama untuk menggalinya. Kita dibantu Universitas Airlangga (Unair) dan Trowulan. Soalnya, kita harus memeriksa DNA, lalu tahunnya berapa. Itu tidak bisa cepat menelitinya,” kata Risma. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia