Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dituduh Mencuri, Tetangga Dianiaya dengan Sajam

12 Agustus 2019, 17: 25: 56 WIB | editor : Wijayanto

DIBEKUK: Kanit Reskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto (kanan) menunjukkan barang bukti sebilah pisau yang digunakan menusuk korban.

DIBEKUK: Kanit Reskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto (kanan) menunjukkan barang bukti sebilah pisau yang digunakan menusuk korban. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Giyanto, 35, warga yang tinggal di rumah bedeng belakang Stasiun Kandangan, harus berurusan dengan polisi. Dia terbukti melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap, Soepriyanto, 39, warga Jalan Manukan Kasman RT 07 RW 10, Manukan Kulon, Tandes.

Pemicunya, tersangka terpengaruh alkohol emosi, dan menuduh korban, menjadi orang yang kerap mencuri barang berharga di rumahnya. Kasus penganiayaan disertai penusukan bermula saat tersangka, dan adik tirinya sedang berkumpul di rumah.

Di sana, bersama temannya juga tersangka menggelar pesta minuman keras (miras). Setelah itu, tak lama kemudian korban datang melintas di depan rumah bersama temannya.

Pelaku yang terpengaruh alkohol emosi, lalu menghadang dan menghampiri korban. Pelaku lalu menuduh korban sebagai orang yang mencuri barang-barang berharga miliknya.

Dituduh demikian, korban membantah. Aksi adu mulut pun terjadi. Semakin memanas hingga berujung cekcok."Korban dikeroyok oleh pelaku dan adik tirinya. Kemudian keduanya mengeluarkan sajam dan menusuk perut bagian kanan korban," ujar Kapolsek Tandes Kompol Kusminto melalui Kanit Reskrim Ipda Gogot Purwanto Minggu (11/8).

Akibat ditusuk, perut korban robek, mengalami pendarahan. Dua teman korban, Erwin dan Hasan karena ketakutan, mereka memilih kabur. Namun tak berselang lama, Putra salah satu teman korban datang dan menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit.

Sementara satu teman korban lain, melaporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut ke polisi. "Korban selamat. Sempat dirawat di Rumah Sakit BDH dan dimintakan visum ke RSUD dr Soetomo. Dia mengalami luka robek di perut sekitar 3 sampai 4 sentimeter," sambungnya.

Tim Unit Reskrim Polsek Tandes yang menerima laporan penganiayaan tersebut, lalu bergerak cepat ke lokasi. Namun pelaku Giyanto sudah kabur bersama adik tirinya.

Beberapa kali disanggong, tersangka tak kunjung pulang ke rumah. Meski demikian polisi tak kurang akal dan tetap menunggu pelaku pulang.

Kamis (8/8) lalu, kebetulan tersangka pulang. Mendapatkan informasi pelaku di rumah, Tim Unit Reskrim lalu menangkap tersangka tanpa perlawanan. "Akhirnya Giyanto kami tangkap saat mengantarkan hendak mengantarkan ibunya ke saudara," bebernya.

Selain menangkap Giyanto, anggota reskrim juga mengamankan sebilah sajam dengan panjang 30 sentimeter beserta sarungnya. Sajam tersebut digunakan tersangka untuk menusuk perut korban.

"Motifnya pelaku kesal, karena barang berharga yang ada di rumah yang baru direhap sering hilang. Dia menuduh korban dan kawan-kawannya yang ngambil," tegasnya.

Untuk adik tiri pelaku, lanjut Gogot, masih dalam pengejaran. Dugaanya adik tiri pelaku ketakutan dan kabur sembunyi, usai mendengar menjadi buronan polisi.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dikenakan pasal 170 KUHP tentang perusakan barang atau orang, Pasal 351 tentang Penganiayaan dan UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun kurungan penjara. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia