Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penahan Lumpur Ambrol, Seorang Pekerja PT SSU Tewas Tertimbun

12 Agustus 2019, 01: 25: 51 WIB | editor : Wijayanto

MENCARI: Petugas mencari korban, Imam Syafii, yang terendam lumpur di PT SSU, Jalan Raya Sukomanunggal 12, Surabaya, Sabtu (10/8).

MENCARI: Petugas mencari korban, Imam Syafii, yang terendam lumpur di PT SSU, Jalan Raya Sukomanunggal 12, Surabaya, Sabtu (10/8). (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Polisi, linmas, dan Basarnas Kota Surabaya berkumpul di PT Sinar Suri Utama (SSU), Jalan Raya Sukomanunggal 12, Surabaya, Sabtu (10/8). Mereka mencari salah satu karyawan PT SSU yang tertimbun lumpur. Belakangan, identitas korban bernama Imam Syafii, 35, warga Madura.

Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu, korban bekerja seperti biasanya. Namun tiba-tiba lumpur menerjang dan menghempaskan korban. Lumpur tersebut berasal dari penampungan lumpur sementara milik PT Sinar Suri.

Penampungan lumpur itu memang ‘kreasi’ kontraktor. Sebab, PT Sinar Suri sedang melakukan pembangunan. Saat ini prosesnya masih dalam tahap pengeboran hingga 30 meter untuk memasang tiang pancang. Lokasi penampungan berdekatan dengan tempat korban bekerja. Diduga, karena penahan lumpur tak kuat, penahan jebol hingga meluap dan menimbun korban.

Setelah peristiwa tersebut, petugas Basarnas dan Inafis Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi. Proses pencarian dilakukan hingga sore hari. Lalu, tim Inafis pun melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Proses pembangunan dihentikan. Mesin-mesin yang ada kawasan proyek pun disegel dan diberi garis polisi. Selanjutnya, polisi memeriksa sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono mengatakan, pihak kontraktor menampung lumpur tersebut untuk pengurukan. Proses pengeringan menggunakan sinar matahari. Namun, sebelum kering pagar sudah jebol. Rencananya, lumpur itu akan menguruk luas bangunan 20 x 120 meter. “Saat ini korban masih dalam proses pencarian. Berdasarkan keterangan saksi, korban tertimbun di kedalaman satu hingga dua meter,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kedalaman penampungan itu mencapai tiga meter. Namun, saat meluap, lumpur memiliki tinggi 2 meter. Sedangkan, tembok penampungan itu sekitar 60 sentimeter. Diduga, ada kesalahan dalam proses pembangunan atau penampungan lumpur tersebut.

Sementara itu, saksi mata, Kamid, mengatakan kejadian itu sangat cepat. Dia mendengar suara gemuruh. Kemudian tembok jebol dan menimbun anak buahnya. “Saat itu korban sedang cuci tangan. Habis ngecat, rencananya mau pulang,” terangnya. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia