Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Diler di Gresik Terima Tantangan Jokowi Jual Mobil Listrik

10 Agustus 2019, 14: 21: 32 WIB | editor : Wijayanto

BAKAL RAMAI: Mobil listrik yang diproduksi salah satu perusahaan asal Gresik sedang diservis.

BAKAL RAMAI: Mobil listrik yang diproduksi salah satu perusahaan asal Gresik sedang diservis. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani peraturan presiden mengenai mobil listrik. Langkah ini disambut oleh beragam kalangan diler di Kabupaten Gresik.

Sales Supervisor Suzuki UMC Gresik, Johan mengatakan, tantangan utama penjualan mobil listrik saat ini adalah harga. Sebab, masyakat di Gresik masih melihat besarnya dana yang dikeluarkan dibandingkan sisi manfaat terhadap lingkungan.

“Mobil listrik akan laku apabila harganya murah. Sebab, konsumen di Gresik ini masih melihat harga sebagai faktor utama dalam membeli kendaraan,” katanya.

Dikatakan, tingginya harga mobil listrik dipengaruhi mahalnya teknologi dan komponen baterai. Dia optimis, apabila perusahaan dalam negeri bisa memproduksi sendiri harga mobil listrik tentu lebih murah.

“Saya mendengar Sulawesi akan menjadi basis produksi baterai kendaraan listrik. Jika benar tentu hal ini akan membuat harag mobil listrik bisa ditekan,” tandasnya.

Sementara itu, Sales Supervisor Honda Mitra Gresik, Bagus Prasetyo mengungkapkan, pemerintah harus memiliki andil besar dalam mendorong promosi kendaraan listrik. Langkah ini tentu akan menarik perhatian masyarakat untuk berbondong-bondong beralih dari mobil konvensional ke listrik.

“Mobil-mobil listrik ini memang sudah jadi isu global. Sejauh ini saya melihat langkah pemerintah baik untuk mendorong produksi itu dengan memberikan berbagai kemudahan pengembangan produk ini. Namun yang juga harus diperhatikan juga aspek promosi melalui sosialisasi yang gencar,” kata Bagus.

Tidak hanya itu, dia juga meminta agar pemerintah menyiapkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dalam jumlah banyak agar masyarakat tidak merasa kesulitan dalam mengisi daya.

“Di Gresik setahu saya ada sekitar lima SPLU yang berada di dekat kantor PLN. Jumlah ini tentu harus ditambah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendorong populasi kendaraan ramah lingkungan ini,” imbuhnya. (fir/han)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia