Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Belum Operasional, Peralatan Mall Perizinan Butuh Rp 2 Miliar

10 Agustus 2019, 09: 19: 15 WIB | editor : Wijayanto

MALL PERIZINAN: Bupati Sambari Halim saat meninjau mall perizinan. DPM PTSP Kabupaten Gresik masih menyiapkan peralatan untuk operasional mall perizinan.

MALL PERIZINAN: Bupati Sambari Halim saat meninjau mall perizinan. DPM PTSP Kabupaten Gresik masih menyiapkan peralatan untuk operasional mall perizinan. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Peresmian mall perizinan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini pelayanan perizinan terpadu tersebut belum bisa difungsikan. Saat ini, Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) masih melengkapi peralatan operasional mall perizinan.

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Gresik Mulyanto mengatakan pihaknya masih mengajukan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan mall perizinan. Setelah anggaran tersedia, pihaknya memerlukan waktu untuk mempersiapkannya. “Kalau semua sudah siap, baru akan difungsikan,” ujarnya.

Dikatakan, pada Perubahan APBD (P-APBD) 2019 pihaknya sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Anggaran tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk pembelian peralatan mall perizinan. 

“Sudah, anggarannya sudah kami usulkan. Menunggu penggedokan di DPRD Kabupaten Gresik dalam waktu dekat,” terang dia.

Menurut dia, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) sudah siap. Nanti masing-masing instansi yang memiliki keterkaitan dengan perizinan akan memiliki ruangan di mall tersebut. “Saat kami memang tinggal menunggu peralatannya tersedia,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan kepada staf yang ada di dinasnya untuk mengoperasionalkan mall tersebut.

“Sebenarnya persiapan sudah sangat matang. Mungkin awal tahun atau akhir tahun sudah bisa dibuka,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Moch Qosim telah mengecek persiapan jelang pengoprasiannya. 

Banyak hal menjadi perhatian bupati. Mulai dari akses masuk menuju MPP, kebersihan, keindahan dan penanaman pohon serta segera melakukan pemerataan tanah untuk parkir.

“Tanaman peneduhnya perlu ditambah. Areal parkir ini perlu dikeraskan terlebih dahulu agar tidak mudah ambles. Kebersihan selalu dijaga dengan setiap hari melakukan pembersihan misalnya menyapu lantai gedung kantor maupun halaman. Yang jelas harus selalu ready apabila akan dibuka,” ujar bupati. (rof/jay)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia