Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Buru Dana Korupsi DPRD Tulungagung, KPK Geledah Rumah Ajudan Soekarwo

10 Agustus 2019, 09: 06: 42 WIB | editor : Wijayanto

Buru Dana Korupsi DPRD Tulungagung, KPK Geledah Rumah Ajudan Soekarwo

SURABAYA – Penyelidikan kasus dugaan suap Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono (SPR) oleh Bupati terpilih Syahri Mulyo bak bola api yang kini menggelinding menerjang para pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah kediaman mantan Kepala Bappeda Jawa Timur, Zainal Budi.

Selain penggeledahan, KPK juga melakukan rekonstruksi di kediaman mantan pejabat Bappeda Jatim, Budi Juniarto. “Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono (SPR),” terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (10/8).

Tak hanya Bappeda, komisi anti rasuah itu juga menggeledah rumah mantan ajudan Gubernur Jatim Soekarwo, Karsali, di Perumahan Sakura Regency. Karsali pernah menjabat sebagai Komisaris Bank UMKM Jatim. Meski yang bersangkutan tidak ada di rumah, namun petugas KPK yang mengenakan rompi hitam tetap melakukan penggeledahan dengan didampingi petugas kepolisian dan perangkat warga.

(MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

“Bapak sedang tidak ada di rumah, lagi di luar kota,” ujar  petugas keamanan Perumahan Sakura Regency, Karman. Ia menjelaskan bahwa petugas KPK tiba di rumah Karsali, Jumat (9/8) sekitar pukul 15.30 WIB dengan membawa tiga mobil Kijang Innova warna hitam.

Menurutnya ada enam penyidik dari KPK dan empat aparat kepolisian yang melakukan penggeledahan.  “Pak RT juga ada di dalam rumah Pak Karsali,” jelasnya.

Sebelumnya, komisi pimpinan Agus Rahardjo ini juga menyasar beberapa rumah maupun kantor para pejabat di Jatim. Rabu (7/8) lalu, KPK menggeledah kantor Dinas Perhubungan di Jalan Frontage Ahmad Yani sekaligus rumah Kepala Dinas Perhubungan Jatim yang juga mantan kepala Bappeda, Fattah Jasin. Selain itu, rumah mantan Sekda Provinsi Jatim Ahmad Sukardi juga tak luput dari sambangan petugas KPK untuk digeledah.

Kemudian Kamis (8/8), KPK ganti menggeledah kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim. Penggeledahan di kantor BPKAD ini dimulai sejak pukul 17.00  hingga 21.30. Saat keluar petugas KPK tampak membawa dua koper dan satu tas berukuran sedang. Tampak empat orang petugas polisi berseragam dan bersenjata lengkap mengawal.

Mereka kemudian masuk ke dalam tiga mobil Toyota Innova yang terpakir di halaman kantor yang beralamat di Jalan Johar nomor 19-21 Surabaya tersebut. Setelah petugas KPK meninggalkan lokasi, beberapa pegawai dan staff BPKAD juga mulai meninggalkan kantornya dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Meski demikian mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat dimintai keterangan oleh awak media. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia