Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Cegah Abrasi, Tanam 500 Cemara Udang

Risma Beserta 6000 Orang Kerja Bakti Bersihkan Kawasan Suramadu

10 Agustus 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin kerja bakti massal di sisi Jembatan Suramadu, Jumat (9/8).

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin kerja bakti massal di sisi Jembatan Suramadu, Jumat (9/8). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kemarin (9/8) pagi memimpin kerja bakti masal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia. Kerja bakti ini melibatkan sekitar 6.000 peserta.

Risma ikut kerja bakti di sisi Jembatan Suramadu. Sampah yang dikumpulkan sebanyak 23,5 ton. Selain bersih-bersih sampah, saat itu juga dilakukan penanaman pohon cemara udang sebanyak 500 pohon yang tersebar di masing-masing zona.

Peserta yang berpartisipasi terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Kader Lingkungan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), LSM dan pelajar SD, SMP se-Kota Surabaya.

Menurut Risma, sampah yang paling banyak terkumpul berupa plastik dan botol. “Terima kasih banyak kepada semua peserta. Kita berhasil mengumpulkan sampah dengan total 15 truk dari delapan zona,” tuturnya.

Wali kota kelahiran Kediri ini menjelaskan, penanaman pohon tersebut untuk melindungi kota dari bencana dan sebagai antisipasi global warming. Ia pun sangat percaya pohon ini akan sangat membantu Surabaya kelak. Pohon cemara udang dinilai tahan terhadap hempasan ombak dan embasan angin. 

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, dari delapan zona, sampah yang paling banyak terkumpul dari zona satu, dua, dan tiga sebanyak empat truk. Tiga zona tersebut dimulai dari Mangrove Tambak wedi–Jembatan Suramadu sisi barat dan timur. “Total yang terkumpul 23,5 ton,” katanya.

Agus memastikan selalu rutin melakukan pembersihan setiap dua hari sekali. Selama ini, yang paling banyak ditemukan adalah sampah botol plastik. “Makanya, kami mengaktifkan aparat setempat untuk turut menjaga kebersihan wilayah pantai ini,” ujar Hebi. (gin/rek)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia