Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Semester II, Industri Furniture Genjot Ekspor ke AS

09 Agustus 2019, 17: 31: 25 WIB | editor : Wijayanto

EKSPOR: Direktur Keuangan Integra, Wang Sutrisno.

EKSPOR: Direktur Keuangan Integra, Wang Sutrisno. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, berimbas positif terhadap industri furniture Indonesia. Pasalnya, sejak adanya perang dagang kedua negara tersebut, banyak importir asal Amerika yang melirik negara lain dari Asia termasuk Indonesia.

Menurut Wang Sutrisno, direktur PT Integra Indocabinet Tbk, produk furniture Indonesia semakin diminati selain Malaysia dan Vietnam. Karena harganya masih kompetitif di pasar Amerika Serikat. Sementara produk asal Tiongkok semakin mahal sehingga kurang menarik.

“Sejak adanya trade war,  banyak importir asal Amerika yang datang ke sini. Mereka mencari produk furniture yang pasarnya memang cukup besar di sana dan terus tumbuh,” kata Wang Sutrisno.

Dia mengaku, selama ini produk furniture asal Tiongkok cukup mendominasi pasar Negeri Paman Sam. Sekitar 50 persen pasar furniture di sana dipasok dari Tiongkok. Namun, sejak adanya perang dagang tersebut, pasarnya produk asal Tiongkok semakin menyusut karena semakin mahal. “Ini peluang buat industri furniture Indonesia. Karena itu, semester dua ini kami akan tingkatkan ekspor kesana,” tambah Wang Sutrisno.

Peluang tersebut membuat emiten berkode WOOD ini semakin optimistis tahun ini penjualannya bakal naik  minimal 20 persen dari tahun lalu . Tahun 2018, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 2,1 triliun. Tahun ini diharapkan minimal penjualannya mencapai Rp 2,5 triliun.  “Tapi melihat trennya yang terus meningkat terutama di semester kedua ini, kami yakin tahun ini bisa tumbuh lebih dari 20 persen,” ujarnya. .

Dijelaskan,  Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar produk furniture perseroan. Dari total produksi berbagai jenis furniture, sekitar 70 persen dilempar ke pasar ekspor dan sisanya untuk pasar domestik. Selain ke Amerika Serikat, pihaknnya juga ekspor ke sejumlah negara di Eropa dan Asia.

Pada semester pertama tahun ini, ekspor ke Amerika Serikat sebanyak 68 persen dari total ekspor. Semester kedua dipastikan akan meningkat menjadi 75 hingga 80 persen. Sebab, banyak momen di Amerika serikat seperti Independence Day, Thanks Giving, Natal dan End Year pada semester kedua.

“Siklus marketnya memang begitu. Semester kedua pasar furniture di Amerika Serikat selalu meningkat. Kami juga menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik yang akan mulai beroperasi akhir tahun ini,” kata Wang Sutrisno. (fix/opi) 

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia