Minggu, 22 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Selalu Periksa 'Isi' Celana Suami Jika Pulang Larut Malam

08 Agustus 2019, 04: 20: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin, 46, punya cara sendiri untuk memastikan apakah suaminya, Donwori, 43, habis selingkuh atau tidak. Yakni dengan memeriksa 'isi' celana alias onderdil Donwori, seketika sampai di rumah.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Jika dilihat dari kebiasaannya, sepertinya Karin pantas melamar kerja jadi petugas periksa di bandara. Saat menghadap HRD nanti, ia bisa membawa serta Donwori. Agar memberikan testimoni  langsung mengenai betapa detailnya kinerja Karin memeriksa baju orang dan seisinya.

"Saya ini korban keganasan istri," kata Donwori kepada seorang pengacara yang duduk di hadapannya. Di sebuah kantor pengacara yang ada di samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya.

Setelah mendapat perhatian penuh dari lawan bicara, ia melanjutkan cerita. "Setiap kali aku pulang telat, aku mesti diperiksa dari kepala sampek kaki. Bahkan 'itu' ku mesti dicek pisan, ojok-ojok aku selingkuh sama perempuan lain," curhatnya.

Prosedurnya, setelah menanyai dari mana, ia memonitor Donwori dari atas sampai bawah. Mencium aroma bajunya, ada parfum yang menempel atau tidak. Setelah itu diperiksa kantong-kantongnya, bajunya, baru kemudian dalam-dalamnya. "Klambi suwek kecantol paku barang ditakokno, mari diodot sopo," lanjutnya.

Jika semua prosedur itu dijalankan, Karin baru membiarkan Donwori untuk tidur. Donwori menjelaskan, istrinya memang memiki krisis kepercayaan. Lebih tepatnya cemburuan. Di pikirannya, kalau suaminya tak pulang-pulang, pasti gara-gara kencan dengan perempuan lain. Ia tak pernah berpikir kalau Donwori ini punya teman yang wajar ngajak cangkrukan.

Yang menjadi pertanyaan, istrinya ini dapat inspirasi scanning suami dari siapa. Yang membuat sikap kecurigaannya makin menjengkelkan.

Donwori sendiri mengaku tak pernah selingkuh. Alasannya pulang malam adalah jengah kalau bersama Karin. Geraknya terbatas. Ketawa-ketawa dengan handphone dikira chattingan. Hape kalau di rumah juga Karin yang membawa. Di scan. Kalau ada nomor perempuan, diabsen satu-satu, siapa ini, kok nyimpen nomer kenapa. Nanti ujung-ujungnya dituduh selingkuhan. Pusing !

Tapi cangkruk pun Donwori tak tenang. Kerap kali Karin mendatangi tempat Donwori cangkruk. Dan langsung mengajak Donwori pulang. Kalau sudah begini, Donwori hanya bisa menahan malu karena selalu disoraki seisi warung.

"Ehem.. Kate diajak lapo seh kok sampek diparani," begitu kira-kira ejekkan jamaah warung.

Meski kesal dengan sikap Karin, Donwori selama ini hanya diam. Dan menyimpan rasa dongkolnya dalam-dalam. Tiwas dadi perkoro, katanya.

Tapi ia tak tahan lagi ketika curiganya Karin kebangetan. Ya masak majikan perempuannya dicurigai juga. Yang nyata-nyata tidak akan melirik Donwori. Kecurigaannya dipicu karena ia mengantar si majikan ke Bali beberapa hari.

Sebagai supir yang berdedikasi, tentu Donwori menjalankan tugas sebaik-baiknya. Hanya saja selama perjalanan, ia diganggu Karin. "Ping 100 ae luwih aku ditelpuni. Bikin puyeng kepala," ceritanya.

Dari sinilah, kekesalan Donwori sudah sampai di ubun-ubun. Ia mengajak Karin mengakhiri hubungan karena capai tak dipercaya terus-terusan.

Sampai cerita berakhir, jangan tanya di mana Radar Surabaya. Pokoknya kalau ada perempuan gendut mojok dan macak jadi klien, di situlah dia. Yang matanya fokus ke handphone, tapi telinganya menebar radar. Ha... ha... ha (senyum jahat). (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia