Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ruang Laktasi di Layanan Pemkab, Dewan Dorong Sosialisasi Lagi

07 Agustus 2019, 18: 17: 51 WIB | editor : Wijayanto

NYAMAN: Taufik Hartanto saat menunjukkan ruang laktasi di Mall Pelayanan Publik (MPP).

NYAMAN: Taufik Hartanto saat menunjukkan ruang laktasi di Mall Pelayanan Publik (MPP). (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Keberadaan ruang menyusui alias ruang laktasi sangat diperlukan oleh ibu-ibu menyusui. Terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall hingga kantor pelayanan. Tak terkecuali di Sidoarjo. Namun keberadaan ruang laktasi tersebut dinilai masih kurang. Sebab banyak kawasan umum yang tak menyediakan ruang laktasi.

Anggota fraksi PAN DPRD Sidoarjo Mahmud menilai, selama ini keberadaan ruang laktasi dinilai kurang maksimal. Padahal Sidoarjo sendiri sudah memiliki perda yang mengatur tentang keberadaan laktasi. Sehingga keberadaan ruang menyusui tersebut sosialisasinya perlu digencarkan lagi. “Sudah ada perdanya itu, di perda nomor 1 tahun 2016,” katanya.

Seharusnya, pemkab mengimplemnetasikan perda tersebut. Terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. Selain itu, keberadaanya juga perlu benar-benar dimaksimalkan. Tujuannya agar ibu-ibu yang sedang menyusui benar-benar merasa nyaman. Terutama saat berada di lokasi keramaian.

Radar Sidoarjo mencoba mendatangi Mall Pelayanan Publik (MPP) di jalan Lingkar Timur. Di sana sudah ada fasilitas ruang menyusui. Kendati tak terlalu besar, namun cukup untuk lima orang wanita menyusui untuk menggunakan fasilitas tersebut. Salain itu, fasilitas di ruang laktasi tersebut juga sudah lengkap.

“Ruangannya dingin, terus ada lemari pendingin juga buat nyimpen perahan ASI,” kata Kasi Pelayanan, Informasi dan Pengaduan, Taufik Hartanto.

Dia mengatakan, lemari pendingin tersebut lebih banyak digunakan oleh petugas pelayanan di MPP tersebut. Biasanya, mereka akan memompa ASI-nya untuk selanjutnya disimpan di lemari pendingin. Ketika hendak pulang, mereka akan mengambil kembali hasil perahan ASI itu.

Namun demikian, Taufik mengaku tak banyak pengunjung yang datang menggunakan fasilitas tersebut. paling-paling kata Taufik dua hingga tiga hari baru ada beberapa pengunjung MPP yang mau menggunakan fasilitas tersebut. “Pasti ada, tapi memang tak banyak, padahal mereka bisa langsung masuk ke ruangan,” terangnya.

Di lokasi lain, tepatnya di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo juga sudah ada ruang laktasi. Lokasinya berada di sisi utara dekat dengan pelayanan biometrik. Kepala Dispendukcapil Medi Yulianto mengaku, ruang menyusui tersebut memang sering digunakan oleh warga.

Biasanya, kata Medi, ibu menyusui bakal menuju ruang tersebut sembari menunggu proses pelayanan adminitrasi dilakukan. Bahkan hampir setiap hari ada saja ibu menyusui yang menggunakan fasilitas tersebut. Bahkan ruang tersebut terkadang tak cukup untuk menampung beberapa ibu mnyusui. “Memang kurang besar, mungkin kalau lebih besar bisa cukup,” terangnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia