Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Tepergok Curi Motor, Dua Pemuda Ini Benjut Dimassa

07 Agustus 2019, 18: 12: 47 WIB | editor : Wijayanto

DIPERBAN: Ridwan (dua dari kanan) dan Misnadi saat diamankan di Mapolsek Waru bersama barang bukti curanmor.

DIPERBAN: Ridwan (dua dari kanan) dan Misnadi saat diamankan di Mapolsek Waru bersama barang bukti curanmor. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO –  Dua tersangka pencurian motor yang bonyok dimassa di Jalan Kolonel Sugiono, Dusun Ngeni, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Jumat (2/8) lau, mengaku spontan saat beraksi. Keduanya adalah Ridwan, 25, warga Jalan Jatipurwo, dan M Misnadi, 34, warga Jalan Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Pengakuan itu disampaikan tersangka saat diperiksa di Mapolsek Waru. Pada hari kejadian itu, Misnadi mengaku pergi ke daerah kecamatan Waru untuk mencari seorang pemilik gudang rongsokan. “Saya ingin bantu jadi kuli, seingat saya rumahnya di dekat flyover Waru,” aku pria yang punya seorang istri sedang hamil 7 bulan itu.

Dia pergi ke Sidoarjo bersama rekannya Ridwan dengan mengendarai motor Honda Beat nopol L 3337 RI. Saat melintas di Jalan Kolonel Sugiono, kedua tersangka melihat satu unit motor Honda Vario nopol W 4415 NN yang parkir di sebuah bengkel dengan posisi kunci masih menancap. Melihat kesempatan itu, kedua tersangka langsung berupaya membawa kabur motor tersebut.

Sialnya saat tersangka sedang mendorong motor itu, aksinya dipergoki pemilik motor yang berada di dalam bengkel. Korban langsung berteriak maling. Mendengar teriakan itu, warga setempat langsung membantu mengamankan kedua tersangka.

Keduanya tak mampu melarikan diri karena sudah dikepung warga setempat. Dia juga bonyok dihakimi massa yang emosi melihat ulahnya. Mereka sempat diamankan dibalai RW sembari menunggu petugas kepolisian tiba di lokasi.

Kapolsek Waru Kompol Saibani menggungkapkan, kendati mengaku tidak merencanakan pencurian namun keduanya tetap dapat diproses secara hukum. Pasalnya unsur pencurian dalam aksi tersebut sudah terpenuhi. “Tersangka sudah mendorong motor yang bukan miliknya,” terang Saibani, Senin (5/8)

Kini kedua tersangka sudah mendekam di balik jeruji penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara itu polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkapkan keterlibatan jaringan ataupun lokasi pencurian lainya. “Tersangka mengaku sekali itu mencuri, namun masih kami kembangkan,” sebut Saibani.

Dalam kesempatan itu juga, Saibani menghimbau kepada masyarakat agar waspada saat memarkir kendaraanya. Jangan sampai meninggalkan kendaran dalam posisi kunci masih menancap. Dia berharap kejadian serupa tak terulang kembali. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia