Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Satu Tersangka Penganiayaan di Kedungrejo Ditangkap, Begini Motifnya

05 Agustus 2019, 13: 19: 19 WIB | editor : Wijayanto

SADIS: Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho menunjukkan celurit yang dipakai tersangka Sahit menganiaya bibinya dan pasangan selingkuhnya.

SADIS: Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho menunjukkan celurit yang dipakai tersangka Sahit menganiaya bibinya dan pasangan selingkuhnya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Satu tersangka pelaku percobaan pembunuhan sejoli di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, akhirnya tertangkap. Tersangka adalah Sahit, 33, warga Desa Kedungrejo, RT 26/RW 6, Kecamatan Waru. Kini tersangka sudah dijebloskan ke dalam penjara.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, aksi percobaan pembunuhan itu dilakukan dua orang yaitu Sahit yang sudah tertangkap dan Kandar yang masih dalam pencarian.

Sahit mengaku melakukan perbuatannya karena emosi melihat korban yang juga bibinya selingkuh dengan lelaki lain.

Dari penyelidikan yang dilakukan, saat kejadian, Sahit dan Kandar mendatangi rumah korban Nur Aeni untuk mencari Lukman, suami Nur Aeni. "Sahit ini keponakan dari Lukman," terang Zain.

Namun saat tiba di rumah bibinya itu, Sahit melihat Nur Aeni sedang berduaan di dalam kamar dengan pria lain yakni M Rofii. Kontan, Sahit emosi dan menyerang kedua korban dengan senjata tajam (sajam).

"Sahit yang paling sadis, ia membacok kedua korban. Sementara Kandar hanya melukai satu orang korban yakni Rofii," katanya.

Kendati demikian, Zain masih belum bisa menyimpulkan apakah ada motif pembunuhan berencana dalam kejadian itu. "Masih kita selidiki. Termasuk keterlibatan Lukman, suami korban Nur Aeni," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi percobaan pembunuhan itu mengegerkan warga Dusun Balongapuh, Desa Kedungrejo, RT 26/RW 06, Kecamatan Waru, Senin (29/7) lalu.

Di sebuah rumah di Jalan Brigjen Katamso III, Waru, dua orang korban yakni Nur Aeni, 24, pemilik rumah dan M Rofii, 31, warga Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di beberapa bagian tubuh.

Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Nur Aeni dilarikan terlebih dahulu menggunakan mobil pikap.

Sementara M Rofii diangkut menggunakan mobil ambulance RS Bhayangkara. Tubuh Rofii sempat dimasukkan kantong jenazah karena dikira sudah meninggal dunia terkait lukanya yang parah dan sudah tidak bergerak. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia