Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Diwarnai Aksi Pukul, Anak Cakades Ngemboh Ujungpangkah Dipolisikan

04 Agustus 2019, 05: 51: 58 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Anak cakades terpilih Fajar Putra Utama (kiri) dan korban Labibur Adhar yang terluka pelipisnya.

TERSANGKA: Anak cakades terpilih Fajar Putra Utama (kiri) dan korban Labibur Adhar yang terluka pelipisnya. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik memanas usai pelaksanaan pemilihan pada 31 Juli lalu.

Hal itu setelah terjadi aksi pukul yang diduga dilakukan oleh salah satu anak dari Calon Kepala Desa (Cakades), Fajar Putra Utama, kepada Labibur Adhar, 29. 

Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah, Bripka Yudi Setiawan menjelaskan, dalam pilkades itu, cakades petahana Anna Mukhlisa berhasil meraih 881 suara. Sedangkan penantangnya Su'ud memperoleh 852 suara.

“Salah satu pendukung cakades Su’ud tidak terima, Fajar dan Labibur akhirnya cekcok sampai akhirnya adu pukul,” ungkap Bripka Yudi di Polsek Ujungpangkah.

Fajar yang merupakan anak kandung Anna Mukhlisa tak terima karena Labibur terus mengolok kemenangan orang tuanya. Dalam kejadian itu, Labib bahkan menarik kaos Fajar dari belakang.

Saat kejadian itu, polisi yang berjaga langsung berupaya melerainya. Ternyata, masalah masih berbuntut panjang. Jumat (2/8), dua hari usai pemilihan, keduanya berpapasan di Jalan Desa Ngimboh. Mereka bertemu usai ngopi di salah satu warung.

Sekitar pukul 21.30 WIB, keduanya  kembali adu mulut. Kondisi jalanan sepi. Keduanya pun terlibat adu fisik. Pukulan Fajar ditangkis Labib dengan jam tangan hingga mengenai pelipis sebelah kanan.

Labib terluka di pelipis dan langsung dilarikan menuju Puskesmas Ujungpangkah. "Ada satu jahitan," ujarnya.

Polisi mendatangi lokasi dan memanggil Fajar. Saat itu pula, Fajar didampingi ayahnya yang juga anggota DPRD Gresik dari Fraksi Gerindra, Taufiq, datang ke Mapolsek Ujungpangkah. 

Salah satu pendukung Su’ud, Fadir mengetahui proses penganiayaan terjadi usai dikabari rekannya. Pihaknya tidak tinggal diam dan mendampingi korban mendatangi Polsek Ujungpangkah.

"Pukul  02.30 WIB, saya sama teman-teman melapor ke Mapolsek, tetapi diusir sama petugas. Makanya, kami kembali lagi untuk melaporkan," ungkapnya. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia