Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

CJH Kloter 77 Tertunda 16 Jam Gara-Gara Mesin Pesawat Rusak

03 Agustus 2019, 12: 29: 10 WIB | editor : Wijayanto

PASRAH: Lamiyono, CJH asal Tuban, bersama rekannya menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).

PASRAH: Lamiyono, CJH asal Tuban, bersama rekannya menunggu jadwal keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak 445 calon jamaah haji (CJH) Kloter 77 asal Kabupaten Tuban tertunda keberangkatan ke Tanah Suci hingga 16 jam. Pasalnya, pesawat Saudi Arabian dengan nomor penerbangan SV 5401 mengalami kerusakan mesin saat berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Penundaaan keberangkatan tersebut diberitahukan saat para jamaah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Kamis (1/8) malam. CJH kloter 77 seharusnya bertolak ke Jeddah dari Bandara Internasional Juanda pada Jumat (2/8) pukul 11.00 WIB. Namun, karena penundaan tersebut, jadwal keberangkatan diundur menjadi Sabtu (3/8) pukul 1.45 dini hari.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Jamal mengatakan, penundaaan tersebut tidak berpengaruh pada jadwal keberangkatan kelompok terbang berikutnya.

“Untungnya, penundaan ini di kloter akhir, sehingga kamar-kamar di asrama haji ini banyak yang kosong. Jamaah masih bisa ditampung di asrama haji. Untuk makan jamaah yang ditunda berangkat tersebut ditanggung oleh pihak maskapai,” ungkapnya.

Penundaan keberangkatan CJH ke Tanah Suci karena pesawat error juga pernah dialami tahun lalu. Bedanya, kerusakan mesin terjadi di Juanda. “Tahun lalu (2018), jamaah sudah keluar asrama haji dan asrama haji penuh. Tidak ada tempat lagi untuk menunggu keberangkatan. Akhirnya, jamaah diinapkan di hotel,” imbuhnya.

Jamal mengimbau CJH Embarkasi Surabaya pada delapan kloter tersisa untuk tetap menjaga kesehatan. Sebab, tidak ada lagi keberangkatan susulan. “Pesawatnya sudah pas, menerbangkan 85 kloter. Kalau ada yang sakit, ya terpaksa tidak bisa berangkat tahun ini,” terangnya.

Sementara itu, Lamiyono, 65, saat ditemui Radar Surabaya mengaku ikhlas dengan penundaan keberangkatan rombongannya ke Tanah Suci. “Saya tahunya malam hari diberitahu kalau keberangkatan kami ditunda jamnya. Untungnya kok masih di sini (AHES), jadi gak gupuh,” katanya.

Tahun ini merupakan tahun pertama Lamiyono dan istri berangkat ke Tanah Suci. Berbagai persiapan sudah dilakukan secara matang. “Namanya orang berangkat haji, ya, harus ikhlas. Apa pun yang terjadi, itu cobaan dari Allah. Wong tinggal berangkat saja kok,” kata pria asal Montong, Tuban, tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Suparti, 46. Dia mengaku pasrah dengan penundaan keberangkatan hingga 16 jam. "Ya, tinggal berangkat saja kok. Tidak apa-apa. Daripada nunggu sampai puluhan tahun, tapi belum jadi berangkat haji. Ini merupakan cobaan sebelum berangkat haji," katanya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia