Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Pilkades di Klangonan Draw, Cakades 02 Minta Penghitungan Ulang

02 Agustus 2019, 17: 40: 30 WIB | editor : Wijayanto

DRAW: Panitia Pilkades Klangonan melakukan konsultasi dengan DPMD dan Kecamatan Kebomas terkait perolehan suara draw antara dua calon.

DRAW: Panitia Pilkades Klangonan melakukan konsultasi dengan DPMD dan Kecamatan Kebomas terkait perolehan suara draw antara dua calon. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 telah selesai digelar Rabu (31/7) lalu. Dari 264 desa, saat ini hanya Desa Klangonan yang belum menentukan siapa pemenangnya. Pasalnya, dari tiga calon kepala desa (cakades) yang bertarung dua diantaranya meraih suara tertinggi dengan jumlah yang sama.

Perolehan suara tertinggi dengan jumlah yang sama tersebut dialami Oki Hasmono Cakades 02 dan M Ajir Suyuthi Cakades 03. Keduanya sama-sama mendapatkan suara sebanyak 563. Dengan rincian, cakades 02 mendapatkan 204 suara di TPS 1, 187 suara TPS 2, 81 suara TPS 3 dan 91 suara TPS 4. Sedangkan cakades 03 mendapatkan 231 suara di TPS 1, 249 suara di TPS 249, 20 suara di TPS 3, dan 63 suara di TPS 4.

Akibatnya, panitia belum bisa memberikan putusan akhir saat perhitungan selesai digelar. Mereka memilih berkonsultasi dengan Pemerintah Kecamatan Kebomas dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik.

Ketua Panitia Pilkades Desa Klangonan Zainul membenarkan apabila ada persoalan dengan hasil draw ini. Sebenarnya, pihaknya paham siapa yang menang jika mengacu pada aturan. Dimana jika ada suara yang sama maka pemenangnya ditentukan hasil suara di TPS dengan pemilih terbanyak. “Kalau melihat hasilnya, yang menang adalah cakades 03 karena menang di TPS paling banyak pemilihnya yakni TPS 1 dan 2,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, keputusan tersebut belum diterima semua pihak. Padahal panitia sudah membuat berita acara. “Nomor 2 belum mau tanda tangan. Akhirnya kami meminta rekomendasi dari kecamatan dan dinas,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Gresik Edi Hadi Siswoyo mengatakan kalau merujuk pada Perda 8/2018 dan Perbup 10/2019 tentang pedoman pencalonan, pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian bakal calon kades maka sudah bisa ditentukan siapa pemenangnya.

“Tetapi kami belum bisa memberikan rekomendasi. Sebab, saat rapat di Kecamatan Kebomas, panitia belum bisa menunjukkan berita acara hasil perhitungan suara,” terang dia.

Pihaknya meminta agar panitia menunjukkan terlebih dahulu hasil berita acara perhitungan kepada DPMD. Baru pihaknya bisa memberikan rekomendasi. “Iya kami tetap menunggu itu dulu,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Cakades 02 Masab Febrian mengatakan pihaknya belum setuju dengan hasil perhitungan karena menemukan adanya kejanggalan. Yakni selisih antara surat suara dengan jumlah pemilih yang hadir.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada panitia maupun kecamatan terkait hal tersebut dan meminta untuk dilakukan hitung ulang. Permintaan itu diajukan setelah proses perhitungan selesai,” ujarnya.

Awalnya, panitia sudah bersedia berdiskusi terkait usulan tersebut. Namun, karena mungkin kelelahan mereka menghentikannya dan memilih berkonsultasi ke kecamatan. “Kami tetap meminta agar ada hitung ulang. Kami beri waktu hingga Jumat hari ini untuk hitung ulang,” ungkap dia.

Kalau tidak dilaksanakan, pihaknnya akan menyiapkan langkah selanjutnya. “Pak Oki sebenarnya legowo. Kalau seandainya hitung ulang dilakukan. Apapun hasilnya kami akan legowo. Tapi kalau tidak dilaksanakan maka kami tetap akan berjuang,” imbuh dia.

Terpisah, Cakades 03 M Ajir Suyuthi mengatakan pihaknya meminta agar panitia menjalankan apa yang sudah menjadi aturan. “Kalau menurut saya tidak perlu ada hitung ulang. Mengikuti aturan yang ada saja,” kata dia. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia