Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Harga Jatuh, Garsindo Siap Serap Garam Petani 5000 Ton/Bulan

02 Agustus 2019, 17: 06: 21 WIB | editor : Wijayanto

MELIMPAH: Petani memanen garam di sebuah lahan di kawasan Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Semakin pabrik mau menyerap garam petani, harga garam bisa

MELIMPAH: Petani memanen garam di sebuah lahan di kawasan Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Semakin pabrik mau menyerap garam petani, harga garam bisa semakin membaik. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Harga garam di kalangan petani sekarang tengah jatuh. Untuk mengatasi hal tersebut, PT Garsindo Anugerah Sejahtera menyatakan siap untuk menyerap garam rakyat setidaknya mencapai 5.000 ton per bulan.

Direktur Utama PT Garsindo Anugerah Sejahtera Yohannes Sugiarto mengatakan, garam rakyat di Jatim saat ini sudah cukup berpotensi untuk diolah di pabriknya. Terlebih lagi pabrik Garsindo memiliki mesin olahan yang mampu menjadikan produk garam yang bagus setara dengan garam impor. "Garam lokal milik petani ini berkualitas baik karena perusahaan sendiri juga ikut mengedukasi langsung kepada para petaninya," katanya.

Yohannes mencontohkan, di Sumenep Madura sendiri saat ini para petambaknya sudah mampu memproduksi garam dengan kualitas K1. Dari uji laboratorium, garam petambak di Madura ini juga sudah mengandung NACL 98 dengan magnesium 0,048 setelah diolah di pabrik Garsindo.

"Garam kita seharusnya sudah bagus, tinggal kita mau maju bersama-sama atau tidak. Kita harus melakukan pembinaan agar garam yang dihasilkan petani bisa bersaing dengan yang impor, dan layak jadi garam industri, imbuhnya.

Dia mengatakan, saat ini Garsindo memiliki 3 pabrik garam olahan yang berada di Gresik dan Sumenep Madura. Rata-rata Garsindo mampu menyerap garam petani sekitar 200 ton per hari atau sekitar 20 truk.

"Penyerapan ini berdampak terhadap harga garam petani yang relatif tinggi jika dibandingkan daerah lain, misalnya Cirebon atau Jawa Tengah yang hanya sekitar Rp 300 per kilogram. Sedangkan di Madura sekitar Rp 550 – Rp 800 per kilogram," jelasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia