Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Kontes Pilwali Surabaya

Awey Diproyeksikan Nasdem sebagai Wawali Surabaya

02 Agustus 2019, 11: 08: 06 WIB | editor : Wijayanto

Vinsensius Awey

Vinsensius Awey (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Meski belum melakukan pembahasan maupun penjaringan, namun Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Surabaya sudah mengambil ancang-ancang menghadapi Pemilihan Walikota 2020. Nama Vinsensius Awey disebut-sebut diusung partai ini sebagai calon Wakil Walikota Surabaya.

“Belum ada instruksi apapun. Nama Pak Awey itu belum sepenuhnya, masih sekedar obrolan internal partai yang dianggap sebagai calon paling potensial,” ujar Sekretaris DPD Partai Nasdem Surabaya Hari Santosa ketika dihubungi Radar Surabaya, Kamis (1/8).

Pria yang akrab disapa Harsan ini lebih penjaringan akan dilakukan setelag pelantikan anggota legislatif dan pembentukan fraksi di DPRD Kota Surabaya. Menurutnya Nasdem yang mendapatkan 3 kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pileg 2019,  harus berkomunikasi dengan partai lain agar genap minimal 4 kursi untuk membentuk satu fraksi. “Kita harus mengkomunikasikan itu dulu untuk mengetahui siapa teman kita di fraksi, baru bisa membicarakan koalisi,” katanya.

Selain menunggu komunikasi pembentukan fraksi, Nasdem sampai saat ini juga masih fokus dalam gugatan di Pemilu 2019 khususnya di Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo. Jika gugatan tersebut dikabulkan, ada harapan kursi DPRD Kota Surabaya untuk Nasdem bertambah minimal satu kursi, sehingga bisa membentuk fraksi sendiri.

Saat ditanya apakah benar Ketua Nasdem Surabaya Sudarsono mengundurkan diri, Harsan membantahnya. Menurutnya ketuanya belum mengundurkan diri. “Memang beliau sempat menyampaikan ini saat Ramadhan lalu, Hanya saja hingga saat ini belum ada surat surat resmi pernyataan pengunduran diri dari beliau. Cuma sebatas omongan saja,” katanya.

Harsan mengatakan jika nantinya benar mundur pengganti Sudarsono jika benar-benar mundur dari jabatannya, menurut Hari semua itu yang menentukan DPP Nasdem. “Selama ini kalau di NasDem masih memakai sistem penunjukan. Biasanya pelaksana tugas (Plt) dulu,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur Shobikin Amin menegaskan partainya tidak membatasi diri dan membuka peluang dari eksternal untuk ikut dalam kontestasi Pilwali  Surabaya 2020. Meski dari internal partai muncul nama  Andy Budiman, namun menurutnya PSI juga sudah memiliki calon-calon dari luar partai.  “Nama Andy Budiman mungkin masih dalam pembahasan internal, dari luar partai kami juga memiliki kandidat yang nantinya digodok di partai, salah satunya adalah Ery Cahyadi dan Zahrul Azhar Asad (Gus Hans),” jelasnya.

Menurut Shobikin karena PSI tidak bisa mengusung sendiri calonnya, maka koalisi adalah keniscayaan. Sedangkan partai apa yang diajak koalisi,  Shobikin  mengaku belum tahu dan dalam waktu kemungkinan akan dibicarakan. Karena tahapan Pilwali 2020 sudah dimulai September mendatang.   “Mungkin nama Andy Budiman masih akan kita godok sebagai kandidat dari internal, selain itu kita melibatkan eksternal juga untuk fit and proper test,” terang Shobikin. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia